Ikan mati yang menimbulkan bau busuk menyegat ini terdampar dari pantai Kuta hingga pantai Canggu, Badung. Bangkai ikan yang terdampar di pantai Kuta dibersihkan setiap 30 menit, namun di pantai lainnya masih terlihat menumpuk di pantai.
Fenomena yang sama juga terjadi di Kabupaten Tabanan, Bali. Namun ikan tersebut belum terdampar di pantai melainkan masih mengapung di air laut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika terjadi fenomena red tide maka ikan masih hidup di tengah laut kemudian mati setelah terdampar di pantai. Namun yang terjadi saat ini adalah ikan telah mati di laut," katanya.
Sadan menduga peralihan musim dari kemarau ke hujan menyebabkan pertumbuhan ikan yang sangat tinggi.
Fenomena ini, menurut Sadan, memberikan keuntungan bagi nelayan. Serpihan bangkai ikan yang mati menjadi santapan satwa kainnya di pantai. "Biasanya setelah fenomena ini pertumbuhan lobster akan meningkat," ujarnya. (gds/djo)











































