Kritikan itu dilontarkan Walhi dan Jatam dalam jumpa pers di kantor Jatam, Jalan Mampang Prapatan II No 30, Jakarta Selatan, Selasa (20/11/2007).
"Pemerintah harus komitmen terhadap pelestarian lingkungan, tidak hanya mata duitan meminta kompensasi pada negara asing. Jika kondisi lingkungan Indonesia semakin parah, semakin melemahkan posisi Indonesia di mata internasional sehingga pleasure akan semakin bertambah," kata Koordinator Kampanye Perubahan Ilkim Walhi, Torry Kuswardono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koordinator Nasional Jaringan Tambang (Jatam) Siti Maemunah, memprihatinkan rencana pemerintah mengganti kompensasi izin pinjam pakai hutan dengan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
"Pemerintah SBY sepakat mengabaikan fungsi hutan lindung hanya dengan alasan banyaknya investasi tambang yang akan masuk. Tindakan ini bentuk pemerintahan yang gagal," kata Siti. (aan/sss)











































