Wanita Terlibat Peredaran Obat Keras Ilegal di Cileungsi Bogor Ditangkap

Wanita Terlibat Peredaran Obat Keras Ilegal di Cileungsi Bogor Ditangkap

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Jumat, 26 Jun 2026 13:43 WIB
Pelaku kejahatan jalanan diborgol polisi / pelaku street crime. Agung Pambudhy/Detikcom.
Ilustrasi pelaku (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Polisi menangkap seorang wanita di wilayah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Wanita tersebut ditangkap karena terlibat dalam peredaran obat keras ilegal tanpa izin.

"Seorang wanita yang diduga terlibat dalam peredaran obat terlarang berhasil diamankan jajaran Polsek Cileungsi dalam sebuah operasi penindakan di wilayah hukum Polsek Cileungsi," kata Kapolsek Cileungsi Kompol Edison, Jumat (26/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penangkapan dilakukan Kamis (25/6) malam. Wanita tersebut, menurut Edison, sempat menangis histeris saat diamankan.

"Wanita tersebut menangis histeris dan sempat menolak menunjukkan lokasi penyimpanan barang bukti kepada petugas," ucapnya.

Polisi kemudian memberikan penjelasan terhadap wanita tersebut. Tak lama, wanita tersebut bersedia menunjukkan sejumlah barang bukti yang dibawanya

"Pelaku akhirnya bersedia menunjukkan barang bukti berupa sejumlah obat terlarang yang disimpan di dalam dashboard sepeda motor yang digunakannya," ungkapnya.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pengembangan kasus dilakukan dan petugas mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat bandar obat-obatan itu.

"Namun, saat dilakukan penggerebekan, terduga bandar tidak berada di lokasi sehingga belum berhasil diamankan," tuturnya.

Polisi lalu membawa wanita tersebut beserta barang bukti ke Satresnarkoba Polres Bogor untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Sementara penyelidikan terus dilakukan.

"Polisi kini masih terus melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku utama yang diduga berperan sebagai bandar dalam jaringan peredaran obat terlarang tersebut," pungkasnya.

Simak juga Video 'Waspada Obat & Pangan Ilegal di Era Digital! BPOM Tegaskan Ancaman Nyata bagi Ginjal':

(rdh/whn)


Berita Terkait