Pram soal Ramai Keluhan PPDB: Masalah Utamanya Keterbatasan Daya Tampung

Pram soal Ramai Keluhan PPDB: Masalah Utamanya Keterbatasan Daya Tampung

Brigitta Belia Permata Sari - detikNews
Jumat, 26 Jun 2026 11:51 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons banyak keluhan masyarakat soal pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). (Belia/detikcom)
Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons banyak keluhan masyarakat soal pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). (Belia/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons banyak keluhan masyarakat soal pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Pramono menilai persoalan utama bukan terletak pada mekanisme seleksi, melainkan keterbatasan daya tampung sekolah negeri, terutama sekolah yang menjadi favorit.

"Yang pertama, untuk penerimaan siswa baru ini kan yang sudah dilakukan dari waktu ke waktu tidak ada sesuatu yang baru sebenarnya," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Pramono mengakui tidak semua calon peserta didik dan orang tua murid bisa merasa puas dengan hasil seleksi. Menurutnya, kondisi itu terjadi karena jumlah kursi di sekolah negeri, khususnya sekolah favorit, tidak sebanding dengan tingginya jumlah peminat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kemudian tidak semua terpuaskan, kami menyadari itu. Karena apa? Keterbatasan tempat untuk sekolah-sekolah yang dianggap favorit yang menjadi rebutan. Selalu problemnya itu," ujarnya.

Ia menjelaskan, banyak calon siswa yang pada akhirnya tidak diterima di sekolah tujuan meski masih berada di wilayah zonasi. Mereka kemudian harus bersekolah di sekolah lain yang masih memiliki daya tampung.

"Enggak bisa masuk di sekolah yang diharapkan walaupun dalam zona yang ada, akhirnya masuk di sekolah yang lain," ungkapnya.

Pramono mengatakan penjelasan lebih rinci mengenai pelaksanaan PPDB akan disampaikan oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta. "Jadi untuk itu nanti detailnya dengan Dinas Pendidikan," lanjutnya.

Sebelumnya, pelaksanaan PPDB Jakarta diwarnai sejumlah keluhan dari masyarakat. Sebagian orang tua mengeluhkan anak mereka tidak lolos seleksi di sekolah negeri karena faktor usia, nilai akademik, hingga desil yang digunakan dalam proses seleksi.

Simak juga Video 'Pengamat Ungkap Efek PPDB Diubah Menjadi SPMB':

(bel/jbr)


Berita Terkait