"Itu hampir menjadi isu utama yang kita bahas malam ini. PM Myanmar memilih tidak hadir dengan alasan ini bukan ASEAN statement tetapi chair statement," ujar Presiden SBY usai makan malam di Hotel Shangri-La, Singapura, Selasa (20/11/2007) dini hari.
Yang dapat dicapai, lanjut SBY, menggantung isu Myanmar. Meski demikian Indonesia mendorong terus proses demokratisasi di Myanmar, agar negara itu konsisten melaksanakan 7 langkah road map to democracy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam statemen itu, PM Myanmar telah menjelaskan bahwa situasi di Myanmar adalah masalah domestiknya dan negara itu menegaskan dapat menangani sendiri masalahnya.
PM Thein Sein juga telah menjelaskan, utusan khusus PBB Ibrahim Gambari telah 4 kali ke Myanmar,dan Myanmar pun berupaya mengimplementasikan proposalnya. Gambari diharap hanya melapor ke PBB, tidak ke ASEAN atau East Asia Summit.
Dalam pandangan Myanmar, Gambari tidak akan memberi briefing kepada pemimpin ASEAN atau EAS. Namun Singapura sebagai ASEAN chair akan memfasilitasi pertemuan Gambari dengan yang berkepentingan.
Myanmar diharap melanjutkan upaya untuk membuka dialog dengan Daw Aung San Suu Kyi dan National League for Democracy, tetap menjalankan peta jalan demokrasi, serta mencabut pembatasan Aung San Suu Kyi dan membebaskan tahanan politik.
(nvt/ana)











































