Tak hanya pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat, komitmen Yayasan AGP juga ditunjukkan lewat misi kemanusiaan bersama Padar Heritage Conservation (PHC). Pada awal Juni lalu, PHC memberikan bantuan evakuasi medis darurat bagi warga Pulau Komodo yang membutuhkan penanganan medis segera.
Bantuan kemanusiaan itu bermula dari informasi yang diterima PHC melalui sambungan telepon dari pihak keluarga pasien bernama Haji Salim. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan konfirmasi dari dr Andreas dari Puskesmas Komodo, pasien didiagnosis mengalami stroke non-hemoragik dan memerlukan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan rujukan.
"Setelah menerima laporan itu, tim PHC segera melakukan koordinasi dan mempersiapkan kapal evakuasi. Kapal PHC kemudian bertolak setelah seluruh persiapan operasional rampung," tulis keterangan resmi Artha Graha Peduli, Kamis (25/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, pasien diberangkatkan dari Pulau Komodo menuju Labuan Bajo. Sejumlah tenaga kesehatan dari Puskesmas Komodo turut mendampingi.
Kapal evakuasi kemudian tiba di Labuan Bajo. Pasien langsung dipindahkan menggunakan ambulans menuju RSUD Komodo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Misi kemanusiaan ini dilaksanakan PHC yang berada di bawah naungan Yayasan AGP didukung oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo serta PAM Obvit Polres Manggarai Barat. Dukungan tersebut memastikan proses evakuasi berjalan aman dan lancar.
Bantuan juga turut diberikan Yayasan AGP saat Idul Adha beberapa waktu lalu. Yayasan AGP menyalurkan ratusan hewan kurban ke berbagai wilayah Indonesia.
Penyaluran tersebut menjangkau kawasan perkotaan, pedesaan, daerah terpencil, hingga wilayah yang membutuhkan perhatian sosial lebih luas. Program kurban tahunan ini melibatkan partisipasi aktif karyawan, relawan, komunitas binaan, serta perwakilan seluruh unit usaha di bawah naungan Artha Graha Group dan Artha Graha Network.
Hewan kurban tersebut disalurkan dari Sabang hingga Merauke, terutama ke wilayah-wilayah di sekitar unit usaha Artha Graha Group dan Artha Graha Network. Penyaluran juga menjangkau berbagai lembaga dan kelompok masyarakat, di antaranya pondok pesantren, komunitas binaan, masjid di sekitar unit usaha, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan dan masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah di Indonesia.
(anl/ega)










































