Garuda dan Lion Sambut Baik Organisasi Rancang Bangun

Garuda dan Lion Sambut Baik Organisasi Rancang Bangun

- detikNews
Senin, 19 Nov 2007 17:39 WIB
Jakarta - Penggunaan rancang bangun dan komponen pesawat buatan asing dianggap memberatkan maskapai nasional. Selain harganya mahal, prosesnya pun memakan waktu lama. Untuk menekan biaya, maskapai lokal pun ramai-ramai mendukung organisasi rancang bangun pesawat atau design organization approval (DOA) yang akan diterapkan pemerintah pada Januari 2008."Misalkan penggunaan part pada kabin pesawat Boeing dan Airbus dari produk lokal bisa menghemat hingga 50 persen dibanding dengan biaya dari manufaktur," ujar Presiden and CEO Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia, Richard Budihadianto.Hal tersebut ia sampaikan di sela-sela training dan workshop bertema 'Membangun keterpaduan industri penerbangan melalui organisasi rancang bangun' yang dibacakan oleh Sekretaris Ditjen Perhubungan Udara, Nyoman Suanda Santra, di Hotel Sheraton Bandara, kompleks Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Senin (19/11/2007).Dengan adanya DOA, menurut Richard, industri penerbangan Indonesia akan semakin maju, bahkan bisa mengalahkan Amerika. "Kita adalah negara archipelago, dan Amerika adalah negara daratan, sehingga Indonesia kemungkinan bisa lebih maju. Karena populasi Indonesia dan Amerika tidak jauh beda," tambah Richard.Hal senada juga diungkapkan Direktur Operasional Lion Air, Ertata. Menurutnya, Lion Air akan mengalami kemudahan dalam memodifikasi pesawatnya jika CEO ini diterapkan."Ini akan memudahkan kita untuk memodifikasi, misalkan desain interior seperti kursi, pintu dan sebagainya. Jadi tidak perlu izin manufaktur,' kata Ertata.Menurutnya, sebenarnya maskapainya selama ini ingin melakukan berbagai modifikasi pesawat. "Namun selalu terbentur izin oleh manufaktur," tandasnya. untuk memodifikasi, misalkan desain interior seperti kursi, pintu dan sebagainya. Jadi tidak perlu izin manufaktur,' kata Ertata.Menurutnya, sebenarnya maskapainya selama ini ingin melakukan berbagai modifikasi pesawat. "Namun selalu terbentur izin oleh manufaktur," (anw/sss)


Berita Terkait