Herman dibekuk aparat setelah sebelumnya babak belur dipukuli pengunjung Pusat Grosir Cililitan (PGC).
Peristiwa memilukan itu berawal saat Bunga yang menumpang di rumah kakak iparnya di kawasan Cileduk, Tangerang, berjanji bertemu temannya, Fadli. Fadli yang dikenal lewat SMS menjanjikan pekerjaan untuk Bunga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sesampainya di pusat pertokoan itu, Bunga kesulitan menghubungi Fadli karena HP-nya ketinggalan. Dia lalu menelepon Fadli di wartel yang ada di lantai 4, Blok M Plaza.
Saat itu, perilaku Bunga yang terlihat panik dan kebingunan diperhatikan oleh Herman. Herman kemudian mendatangi Bunga. Herman kemudian bertanya pada Bunga, siapa yang ditunggunya. Gadis belia yang lugu itu kemudian menuturkan sedang menunggu temannya yang bernama Fadli. Serta merta Herman mengaku sebagai Fadli.
Saat itu Herman memberikan nomor HP-nya kepada Bunga. Nomor itu berbeda dengan nomor Fadli. Namun Bunga tidak terlalu curiga.
Herman yang berniat busuk kemudian mengajak Bunga ke daerah Kalibata. Dia lalu menyewa sebuah kamar di hotel kelas melati di kawasan itu.
Di bawah ancaman akan dihabisi teman-teman Herman yang menjadi preman di kawasan Kalibata, Bunga kemudian diperkosa. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.
Bunga yang berwajah cantik kemudian pulang ke rumah kakaknya. Dia lalu mengadukan peristiwa naas yang menimpanya itu. Warto, kakak ipar Bunga, kemudian merancang rencana untuk menjebak Herman.
Bunga yang memiliki nomor HP Herman diminta menghubungi pria itu dan membuat janji bertemu di PGC, Jakarta Timur, pada Senin (19/11/2007).
Dasar berotak mesum, Herman menyanggupi pertemuan itu. Otaknya sudah membayangkan yang tidak-tidak ketika Bunga menghubunginya lagi.
Pada Senin siang sesuai kesepakatan, dengan semangat warga Kebayoran Baru itu datang ke PGC. Ketika melihat sasarannya masuk jerat, Warto lalu mengontak polisi yang bertugas di Pospol Cililitan dan satpam PGC.
Namun tidak demikian dengan Bunga. Dia menjadi histeris dan sekonyong-konyong berteriak "bajingan dan pemerkosa" kepada Herman.
Teriakan Bunga mengundang perhatian pengunjung PGC. Tanpa dikomando mereka menyerbu ke arah Herman. Herman habis dipukuli. Seluruh badannya babak belur. Darah mengucur dari kepalanya yang bocor. Sementara mata dan pipinya bengkak, sehingga wajahnya tidak berbentuk. Bagian tubuhnya yang lain pun tampak lebam-lebam.
Polisi kemudian menggelandang Herman ke Polsek Pancoran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Selanjutnya pelaku dan korban dibawa ke Polres Jakarta Selatan. Ditemani kakak iparnya, Bunga yang terlihat lusuh kemudian membuat laporan pemerkosaan.
Kasat Reskrim Polres Jaksel, Kompol Helmi Santika, mengucapkan terima kasih kepada warga yang menangkap pelaku. Proses hukum akan segera ditindaklanjuti. "Pelaku terancam pasal 285, maksimal 12 tahun penjara," kata Helmi.
(umi/sss)











































