6 Pemondokan Haji di Makkah Dibatalkan, PPIH Cari Gantinya

Info Haji

6 Pemondokan Haji di Makkah Dibatalkan, PPIH Cari Gantinya

- detikNews
Senin, 19 Nov 2007 16:45 WIB
Jakarta - Sekitar 6 pemondokan untuk jamaah haji Indonesia di Makkah dibatalkan oleh tuan rumahnya. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) berupaya mencari gantinya. Dan saat ini, PPIH sudah mendapatkan empat rumah pengganti.

Ketua PPIH Indonesia di Arab Saudi, Nur Samad Kamba, membenarkan pembatalan enam pemondokan jamaah haji Indonesia itu. Namun, menurut Nur Samad, kejadian seperti ini lumrah, karena tiap tahun terjadi.

"Sebenarnya jumlah rumah yang dibatalkan sedikit, hanya enam rumah dari 376 rumah yang kita sewa," kata Nur Samad saat dihubungi detikcom, Senin (19/11/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Nur Samad, dari enam rumah itu, satu rumah batal sebelum qur'ah (pengundian), sementara lima lainnya batal sesudah qur'ah. "Yang batal sebelum qurah, tidak ada masalah, karena kita belum membagi kepada jamaah dalam maktab atau kloter. Lagi pula, tuan rumah membatalkannya secara damai. Jadi, bagi kami tidak ada masalah," ujar dia.

Yang menjadi sedikit masalah, kata Nur Samad, rumah-rumah yang dibatalkan setelah qur'ah. Namun, pembatalan itu tidak dilakukan sepihak, karena tuan rumah memberitahukannya secara baik-baik kepada PPIH.

"Jadi pembatalan sejumlah rumah ini karena faktor regulasi. Saat tim kami menyewa rumah itu, tuan rumah belum memiliki izin operasional dari Kementerian Haji. Begitu mendekati musim haji, tuan rumahnya ternyata tidak mendapat izin operasional itu," jelas Nur Samad.

Memang, kata dia, untuk menyewa rumah-rumah pemondokan di Makkah, PPIH tidak bisa menunggu izin operasional keluar. "Sebab, izin operasional itu baru turun bulan Syawal. Sementara kami mencari rumah pemondokan sudah jauh-jauh hari. Kalau menunggu Syawal, ya kacau nanti," terang doktor lulusan Universitas Al Azhar Mesir ini.

Nur Samad menegaskan pihaknya sudah mengatasi hal ini. PPIH juga sudah menegur dan melaporkan para tuan rumah yang tidak mendapat izin operasional tersebut. "Kami sudah meminta kepada tuan rumah untuk mencarikan penggantinya dan sudah ada kesepakatan. Ini saya kira yang lebih penting," ujar dia.

Saat ini PPIH masih terus mencari rumah pengganti. "Dari enam rumah yang batal, 4 rumah pengganti sudah didapat. Target kami, tiga hari sebelum jamaah masuk Makkah, permasalahan ini sudah selesai. Jadi, kami masih memiliki waktu empat hari dan kami optimistis bisa mendapatkan semua pengganti. Kami sudah melakukan inventarisir sejumlah rumah di beberapa tempat yang total berkapasitas 10 ribu jamaah," ujar dia.

Mengenai kondisi rumah pengganti, menurut Samad, harus sesuai dengan kriteria dengan rumah-rumah yang dibatalkan itu. "Termasuk soal harga, kondisi rumah, dan jaraknya. Tapi, kalau bisa, kami akan mencari rumah yang lebih baik," kata dia.

Yang membuat tenang PPIH, kata Nur Samad, sebenarnya rumah-rumah yang dibatalkan itu akan ditempati oleh jamaah-jamaah haji kloter akhir. "Jadi, sambil menunggu kehadiran mereka di Makkah, kami sambil jalan untuk mencari pengganti yang lebih baik," kata dia.

Untuk diketahui, enam rumah yang dibatalkan itu berkapasitas 1.640 jamaah. Bila dipersenkan, jumlah jamaah ini hanya sekitar 0,8% dari jumlah total 194.000 jamaah haji Indonesia. "Jadi, para jamaah tidak usah resah. Kami akan segera menyelesaikan masalah ini," janji Nur Samad.
(asy/nrl)


Berita Terkait