UN Bisa Picu Kekerasan Pelajar

UN Bisa Picu Kekerasan Pelajar

- detikNews
Senin, 19 Nov 2007 15:43 WIB
Jakarta - Beban psikologis saat menghadapi Ujian Nasional (UN) membuat banyak pelajar mengalami stres. Bahayanya, stres yang tidak terkondisikan dengan baik justru memicu kekerasan di antara pelajar.

"Belajar untuk UN dapat menjadi pemicu stres dan stres yang tidak terkontrol sering dilampiaskan dengan kekerasan," ujar Ketum PP Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Idy Muzayyad dalam jumpa pers bersama di Kantor PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Senin (19/11/2007).

Menurut Idy, untuk mengurangi beban psikologis pelajar, pemerintah jangan menjadikan UN sebagai standar kelulusan. Standardisasi pendidikan perlu mempertimbangkan seluruh aspek dari proses pendidikan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Standardisasi UN itu tidak hanya pada 3 mata pelajaran saja. Di Jawa dan luar Jawa tidak boleh sama standarnya," lanjut Idy.

Hal senada disampaikan Ketum PP Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) Muhammad Mudzakkir. Menurutnya, remaja masih kekurangan ruang untuk berekspresi di sekolah. OSIS sebagai organisasi tunggal pelajar dinilai terlalu monoton.

"Kami menuntut dibukanya ruang dan kebebasan berserikat dan berkumpul bagi pelajar, demi terciptanya ruang apresiasi dan ekspresi yang positif," kata Muhammad.

Sementara Ketum PP Ikatan Pelajar Putri Nadlatul Ulama (IPPNU) Wafa Patria Umma mengatakan pemerintah harus membuat kebijakan yang dapat menekan kriminalitas di sekolah. Para siswa harus mendapat tambahan pembekalan spiritual.

"Harus ada kesepakatan bersama kebijakan pemerintah, untuk mengurangi kriminalitas dalam pelajar melalui siraman rohani," usul Wafa.
(fay/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads