Rencana korban ini disampaikan Arbain (40), juru bicara keluarga Dori Oktayandi, Senin (19/11/2007) di RS Polda Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru. Menurut Arbain yang masih kakak sepupu korban, pihaknya sangat meyakini aksi pengeroyokan itu dilakukan oknum TNI AD.
"Kita akan segera membuat laporan resmi ke Denpom Pekanbaru. Hanya saja saat ini masih terkendala karena Dori masih terbaring lemah. Bila kondisinya sudah mulai membaik, secepatnya kami melapor," kata Arbain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk makan saja Dori kesulitan. Soalnya mulutnya juga mengalami luka memar akibat pengeroyokan itu. Dia juga masih terlihat syok," terang Arbain yang segera mencari pengacara untuk Dori.
Tak Punya Musuh
Sementara itu, istri Dori, Fitri (23) mengaku suaminya tidak memiliki musuh. "Selama ini suami saya tidak memiliki musuh. Dia hanya berkerja sebagai satpam untuk memenuhi kehidupan keluarga kami. Tapi kenana sampai ada oknum aparat yang mengeroyoknya hingga babak belur," kata Fitri sedih.
Ibu empat orang bocah ini terlihat sabar menemani suaminya, Dori Oktayandi (25) yang terbaring di ruang VIP Flamboyan dengan kepala terbalut perban. "Apa salah suami saya. Kok tega-teganya mereka itu mengeroyok hingga suami saya babak belur. Di kepalanya penuh luka bekas sayatan benda tajam. Sudah dua hari dirawat, suami saya sulit untuk tidur, soalnya bagian kepalanya penuh dengan luka. Ini belum sekujur tubuhnya yang lebam-lebam," kata Fitri.
Menurut Fitri, kasus pengeroyokan ini tengah disidik pihak Poltabes Pekanbaru. Menurut dia, Senin pagi tadi, sejumlah anggota polisi dari Poltabes sudah memintai keterangan dirinya dan suaminya. "Namun suami saya belum bisa begitu jelas untuk menerangkan kronologi kejadiannya itu. Hanya saja garis besarnya, suami saya dikeyorok oknum aparat, katanya anggota TNI," kata Fitri. Fitri berharap, kasus pengeroyokan suaminya hingga babak belur dapat diusut tuntas.
Sejauh ini belum diketahui secara pasti siapa yang melakukan pengeroyokan itu. Pihak TNI AD juga belum berkomentar mengenai dugaan bahwa pelaku pengeroyokan adalah anggota TNI AD. (cha/asy)











































