Sekitar 70 anak hidup di Pulau Majher Char, Bangladesh, sebelum topan Sidr melanda Kamis 15 November lalu. Topan ini mendatangkan gelombang laut mematikan setinggi enam meter dan angin kencang yang menerjang ganas. Usai bencana, tinggal beberapa anak saja yang hidup. Sisanya tewas atau hilang.
"Nyaris tidak ada anak-anak yang masih masih hidup di pulau ini. Kedua dua anak itu beruntung bisa selamat," kata Mohammad Mainuddin yang kehilangan istri, dua anak dan dua sepupu akibat bencana itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sekitar 500 orang yang tinggal di pulau itu, sebanyak 100 orang di antaranya tewas atau belum diketahui nasibnya.
"Kami memanjat pohon dan beberapa dari kami mengikat tubuh kami ke pohon supaya selamat," cetus Bakul Begum, wanita berusia 50 tahun yang kehilangan tiga cucu dan seorang menantunya. "Kami seakan menunggu untuk mati," imbuhnya.Saat ini, yang bisa dilakukan warga pulau yang selamat hanyalah mencoba bertahan sembari menunggu bantuan tiba.
Ribuan orang tewas akibat topan Sidr yang melanda Bangladesh. Jutaan orang telah kehilangan rumah mereka dalam bencana tersebut. (ita/nrl)










































