Warga datang dengan berjalan kaki ke kantor Kepala Desa Batu Jajar Timur, Cimahi, sekitar pukul 10.30 WIB, Senin (19/11/2007).
Dalam orasinya, warga menolak mentah-mentah TPA Leuwigajah diaktikan lagi. Mereka mengaku masih trauma dengan peristiwa longsor pada 21 Februari 2005 yang menyebabkan puluhan orang meninggal dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain itu hasil pertanian warga juga buruk. Menurut hasil penelitian ITB, akibat ada TPA Leuwigajah hasil pertanian warga tidak layak makan," ujar Aceng.
Ketua Paguyuban Wargi Peduli Lingkungan, Widyo Utomo, menegaskan aksi ini dipicu pernyataan sejumlah pihak yang akan memfungsikan kembali TPA Leuwigajah. Padahal jelas-jelas keberadaan TPA tersebut berbahaya.
"Kita akan berjuang terus agar TPA ini tetap ditutup. Jika tuntutan kita tidak dikabulkan, kita akan demo lagi dengan jumlah yang lebih besar," ujar Widyo.
Kepala Desa Batu Jajar Timur, Syaiful Bahri, berjanji akan melanjutkan aspirasi warganya ke pihak yang berwenang. "Saya tidak bisa memutuskan masalah ini, karena memang bukan wewenang saya," ujar Syaiful saat menemui demonstran. (djo/nrl)










































