Rasa Sayange & Teka-teki Surat Mahathir
Minggu, 18 Nov 2007 19:28 WIB
Kuala Lumpur - Makan malam di atas cruise atau kapal layar kecildengan diiringi musik tentu mengasyikkan. Suasana ini akan Anda temui di Kapal Sebarau di Putrajaya, Kuala Lumpur.Memasuki Kapal Sebarau, suasana romantis akan menyambut Anda. Kapal yang berkapasitas 60 orang disulap seperti restoran berkelas.Dalam kapal tersedia 4 meja bundar yang masing-masing berkursikan 10 buah. Makanan pun sudah tersedia dalam wadah pemanas di tengah meja dalam kondisi tertutup.Wadah akan dibuka jika kapal sudah berjalan. Saat wadah itu dibuka, Anda akan mendapati udang, cumi, sayur, dan macam-macam.Melihatnya saja sudah membuat ngiler jika perut sedang kosong.Kapal pun berjalan dengan kecepatan sedang. Selama perjalanan memutari danau buatan Putrajaya seluas 600 hektar ini, alunan musik mengiringi perjalanan, termasuk lagu rasa sayange.Putrajaya ini sudah ada sejak 1998 dan pembangunannya akan selesai pada 2012.Selama perjalanan, kita dapat menyaksikan bangunan yang modern danfuturistik tapi tetap menunjukkan nilai-nilai islami dari kaca-kaca di dinding kapal.Salah satunya sebuah bangunan yang disebut Monumen Ala Baru. Dalambangunan ini ada surat yang ditulis Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad.Monumen ini berisi sejarah Malaysia sejak 1400 hingga 2020. Dan surat Mahathir baru boleh dibuka ke publik pada 2020."Belum ada seorang pun yang baca. Surat itu wasiat dari mantan PM danbaru akan dibuka ke publik 2020," kata Kapten Kapal Sebarau, Ramli, kepada detikcom, Jumat 16 November 2007.Monumen ini tingginya 68 meter bentuknya memanjang ke atas. Pada saatmalam hari bangunan diberikan penerangan.Lalu apa kemungkinan isi surat itu? "Jadi dibuka ke rakyat 2020. Ituarahan dari Mahathir sebelum lepas dari PM Malaysia. Dia beri pesan pada generasi apa yang akan dilakukan untuk Malaysia," ujarnya.Selain melihat monumen ini, kita juga dapat melihat gedung-gedung kementrian Malaysia dan mesjid-mesjid megah. Contohnya saja Mesjid Putra yang bangunannya terinspirasi oleh Mesji Sheikh Omar di Baghada.Selesai menyantap makanan, pengemudi kapal memberi kesempatan untuk naik ke atas kapal melihat pemandangan. Kecepatan kapal pun diturunkan.Tentu saja kesempatan ini tak disia-siakan. Dari atas kapal pemandangan semakin indah. Banyak penumpang langsung mengambil kesempatan mengabadikan gambar dengan berfoto-foto, jepret..jepret..Di danau kita juga kita dapat menyaksikan beberapa jembatan megah dengan desain berbeda. Mulai dari yang islami hingga modern.Cahaya dari bulan sabit disertai angin sepoi-sepoi diterangi cahaya dari bulan sabit menemani Anda saat melintas di bawah jembatan Seri Saujana dan Seri Gemilang.Perjalanan mengelilingi danau buatan Putrajaya sekitar 45 menit lebih ini sangat mengasyikkan.Pada malam yang sama, selain kapal Sebarau juga ada kapal Daun dan Kelah yang berlayar.Kapal Kelah dan Sembarau, yang merupakan nama ikan air tawa ini, memang lebih besar dari Daun. Selain 3 kapal itu juga ada kapal Belimbing.Pajang Sembarau dan Kelah 80 kaki. Sedangkan kapal Daun dan Belimbing 60 kaki.Anda dapat men-charter jika ada acara. Seperti perkawinan dan makan malam. Tentu tarifnya pun berbeda dengan perorangan. Masing-masing rute dan jenis kapal juga mempengaruhi tarif.Untuk rute mengelilingi danau buatan Putrajaya selama 45 menit, penumpang dewasa dikenai RM 30 per orang dan anak-anak RM 20. Sedangkan untuk rute Jeli Putra hingga kompleks Seri Perdana selama 25 menit, orang dewasa RM 20 dan anak-anak RM 12.
(mly/ken)











































