Waterway 'Nganggur', Tak Ada Gengsi-gengsinya

Waterway 'Nganggur', Tak Ada Gengsi-gengsinya

- detikNews
Minggu, 18 Nov 2007 13:39 WIB
Waterway Nganggur, Tak Ada Gengsi-gengsinya
Jakarta - Debit air Kali Ciliwung telah meningkat pada musim penghujan. Namun 2 unit kapal waterway tetap saja menganggur.Selain karena sampah yang menumpuk, juga karena sepinya penumpang, sehingga 2 kapal itu teronggok begitu saja.Pantauan detikcom, Minggu (18/11/2007), di Dermaga Halimun, Jl Sultan Agung, Jakarta Pusat, 2 mesin tempel pada masing-masing kapal malah didongakkan ke atas.Sementara sampah rumah tangga menyumbat beberapa tiang-tiang pancang dermaga, di sela-sela kapal dan buritan kapal tempat mesin.Tidak terlihat petugas waterway. Wisata angkutan air yang diluncurkan 6 Juni 2007 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso, pun kosong melompong. Terik matahari memanggang 2 kapal itu.Sejumlah warga yang melintas tampak penasaran dan melongok. "Nggak tahu yang bikin logikanya gimana, kalinya coklat, banyak sampah, nggak ada gengsi-gengsinya naik beginian," ujar Wendri (34) warga Depok, Jawa Barat."Seharusnya kalinya dibenerin dulu, paling nggak ya jangan coklat, nggak penuh sampah, baru enak buat jalan-jalan," usul Wendri yang mengaku tertarik dengan tulisan 'Dermaga Halimun' sehingga menyempatkan diri melongok 2 kapal tersebut.Sedangkan seorang pemulung bernama Sudar (55) memberitahu 2 kapal tersebut memang belum beroperasi."Kalau saya tahunya malah supaya bisa jalan harus bayar beberapa kursi. Kalau hanya satu dua kursi nggak mau jalan. Minimal 10 orang baru mau jalan. Itu yang saya denger dari penumpang yang ngeluh," katanya."Itu pemerintah cuma buang-buang duit. Ya dibersihin aja dulu kalinya," cetus Sudar yang mengaku sudah 20 tahun memungut sampah plastik di lokasi tersebut sebagai pekerjaan sehari-hari. (sss/ana)


Berita Terkait