Malaysia Kesal Dikritik Dubes UE

Malaysia Kesal Dikritik Dubes UE

- detikNews
Sabtu, 17 Nov 2007 14:36 WIB
Kualalumpur - Malaysia sedang kesal. Kritik dari Thierry Rommel yang baru Selasa lalu meninggalkan posnya selaku Dubes Uni Eropa (UE) menjadi pemicu. Tak urung, Malaysia pun mengirimkan nota protes pada kantor UE di Brussel lewat perwakilannya di Malaysia.Malaysia menuding komentar Rommel telah mencampuri urusan dalam negerinya. Menlu Datuk Seri Syed Hamid Albar menggambarkan kritik Rommel tidak masuk akal dan aneh."Sebagai diplomat, dia harusnya lebih hati-hati ketika mengeluarkan statemen, apalagi bila opininya bias," kata Syed Hamid seperti dilansir kantor berita Bernama, Sabtu (17/11/2007).Sebelum masa tugasnya berakhir, Rommel melakukan wawancara dengan sejumlah media asing. Rommel berpesan agar wawancara itu dirilis setelah dia meninggalkan Malaysia guna menghindari keributan diplomatik.Dalam wawancara itu, Rommel menyatakan Malaysia hidup dalam situasi darurat setelah polisi menggunakan gas air mata dan water cannon untuk membubarkan demonstran anti-pemerintahan di Kuala Lumpur Sabtu lalu.Rommel yang menuntaskan dinas 4,5 tahunnya pada Selasa lalu, juga mengkritik pemilu di Malaysia yang digambarkannya tidak adil dan terlalu berpihak pada pribumi. Rommel juga menyebut Malaysia sebagai negeri berpartai tunggal.Syed Albar menyatakan, surat protes Malaysia telah dikirimkan ke kantor kedutaan UE di Malaysia."Kami merasa bahwa pantas masa tugasnya berakhir. Ketika di sini, dia tidak mebantu mempererat hubungan antara Malaysia dan UE. Kami gembira dia telah meninggalkan Kuala Lumpur," kata Syed Hamid seraya berharap agar pengganti Rommel mampu mendekatkan Malaysia dengan UE. (nrl/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads