"Kami sangat menyayangkan aksi pengeroyokan ini. Peristiwa pengeroyokan oknum TNI ini sudah kita laporkan ke Denpom Pekanbaru. Kita berharap kasus ini segera diselidiki," ujar Kapoltabes Pekanbaru Kombes Syafril Nursal di Pekanbaru, Sabtu (17/11/2007).
Sejauh ini Poltabes Pekanbaru belum menyebutkan dari kesatuan mana anggota TNI yang telah melakukan pengeroyokan anggota polisi itu.
Tiga anggota Poltabes babak belur akibat hajaran itu. Malah ketiganya sempat dirawat di rumah sakit Polda Riau. "Saya berharap kasus seperti ini tidak terulang lagi," kata Syafril.
Informasi yang dihimpun detikcom, peristiwa baku hantam ini terjadi akhir pekan lalu. Waktu itu, sejumlah aparat kepolisian melakukan razia di Jl Soebrantas di kawasan Panam.
Maklum saja, setiap malam minggu, jalan tersebut dijadikan ajang balapan sepeda motor liar. Aksi balapan liar ini sering kali mengorbankan penggunan jalan lainnya. Karena itu, pihak Poltabes Pekanbaru memerintahkan Polsek Tampan untuk segara membubarkan aksi balapan para anak muda itu.
Puluhan anggota Polsek Tampan dibantu aparat Poltabes turun ke jalan untuk membubarkan balapan liar. Rupanya kehadiran aparat ini malah menjadi ejekan ratusan orang yang menyaksikan balapan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, kabarnya salah satu pembalap liar yang akan ditahan polisi adalah keluarga TNI. Entah siapa yang mengundang, malam itu anggota TNI berada di lokasi yang sama.
Oknum TNI ini menahan tiga anggota polisi yang akan membawa sepeda motor milik pembalap liar ke Poltabes. Saat itulah aggota polisi dikeroyok oknum TNI. Anggota polisi tidak berkutik. Mereka pun bonyok dihajar oknum TNI.
Bila ditilik, lokasi arena balapan liar ini tidak seberapa jauh dari markas TNI. Ada dua markas di kawasan tersebut. Pertama, markas Batalyon Arhanudse TNI AD. Kedua adalah markas Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU. Lantas oknum TNI yang mana melakukan pengeroyokan itu? Tentulah Denpom Pekanbaru punya PR untuk mengusutnya. (cha/nrl)










































