Polisi Selidiki Jaksa Bacok Jaksa

Polisi Selidiki Jaksa Bacok Jaksa

- detikNews
Sabtu, 17 Nov 2007 13:10 WIB
Siak - Polres Siak Provinsi Riau menyelidiki kasus jaksa membacok jaksa yang menghebohkan sekaligus memalukan itu. Korban pembacokan sudah dimintai keterangan. Namun belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. "Kasus perkelahian jaksa dengan jaksa di Kejaksaan Negeri Siak tengah kita selidiki. Kasus ini ditangani oleh Polsek Siak. Proses penyelidikan baru tahap meminta keterangan saksi korban pembacokan," kata Kasat Reskim Polres Siak, AKP Darul Qotni dalam perbicangan dengan detikcom, Sabtu (17/11/2007). Dia menjelaskan, pihaknya baru tahap menerima laporan dari korban pembacokan bernama Ilham Wahyudi yang menjabat jaksa penuntut umum (JPU). Ilham mengalami luka bacokan di tangan kirinya. "Kita baru tahap meminta keterangan dari Ilham selaku saksi korban pembacokan. Selanjutnya kita akan segara memanggil saksi pelaku pembacokan," terang Darul. Pembacokan itu dilakukan Peri Irawan yang menjabat Kepala Seksi Tindak Pidana Umum selaku senior Ilham. Polisi sudah melakukan olah TKP di Kantor Kejaksaan Negeri (Kajari) Siak. Kasus pembacokan ini terjadi Kamis (15/11/2007) saat jam kerja. Waktu itu, Ilham memasuki ruangan atasannya, Peri, untuk meminta tanda tangan berkas acara. Entah apa pasalnya, Peri tidak bersedia menandatangi berkas yang diajukan Ilham. Lantas kedua jaksa ini pun perang mulut. Karena kesal berkas tidak ditandatangani atasannya, lantas Ilham keluar ruangan sembari membanting pintu. Tindakan inilah yang menyulut kemarahan Peri. Tersinggung karena tindakan Ilham dianggap tidak sopan membanting pintu sekuat-kuatnya, Peri pun lantas menghampir anak buahnya. Cekcok mulut kembali terjadi kedua kalinya. Para staf dan jaksa lainnya hanya bisa bengong melihat adu mulut itu. Entah bagaimana ceritanya, perang mulut ini berakhir dengan pembacokan. Sebilah parang dilayangkan Peri ke arah Ilham. Sabetan ini ditangkis dengan tangan kiri Ilham. Lengan kirinya pun robek kena sabetan. Suasana gaduh ini mendapat perhatian jaksa dan staf lainnya. Mereka berusaha melerai perkelahian itu. Ilham dilarikan jaksa lainnya ke rumah sakit untuk mengobati luka bacokan dari atasannya. "Kita lagi menyelidiki dari mana asal parang itu. Masak di kantor jaksa tersedia parang. Tapi dugaan sementara, pembacokan ini tidak terencana," terang Darul. (cha/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads