"Indonesia harus dengan sungguh-sungguh mengakui dan bertanggung jawab atas apa yang terjadi," kata Horta seperti dilansir AFP, Sabtu (17/11/2007).
Bahkan Horta mengklaim 5 reporter yang berasal dari Inggris, Australia dan Selandia baru itu 'ditangkap hidup-hidup dan dibunuh'. Tujuannya untuk mencegah mereka mengekspos invasi yang terjadi 3 dekade lalu itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berada di Balibo, bersama para jurnalis beberapa hari sebelum mereka tewas. Saya tahu posisi tentara, saya tahu tempatnya. Saya selalu tahu tidak akan mungkin menjadi korban baku tembak," papar Horta yakin.
Sebelumnya, Pengadilan Glebe Coroners menyatakan, ada bukti-bukti yang cukup kuat bahwa pembunuhan Peters beserta Malcolm Rennie, Greg Shackleton, Gary Cunningham dan Tony Stewart merupakan kejahatan perang.
Wakil Koroner Dorelle Pinch yang melakukan penyelidikan berencana menyampaikan penjelasan mengenai hasil temuan ini ke Jaksa Agung Australia Philip Ruddock untuk menindaklanjuti kasus ini.
(bal/bal)











































