Ramos Horta: Indonesia Bersalah dalam Kasus Balibo Five

Ramos Horta: Indonesia Bersalah dalam Kasus Balibo Five

- detikNews
Sabtu, 17 Nov 2007 06:21 WIB
Lisbon - Kesimpulan pengadilan koroner New South Wales, Australia yang menyatakan 5 wartawan asing yang tewas di Timor Timur pada 1975 sengaja dibunuh oleh pasukan TNI didukung Presiden Timor Leste Ramos Horta. Dia meminta Indonesia bertanggung jawab.

"Indonesia harus dengan sungguh-sungguh mengakui dan bertanggung jawab atas apa yang terjadi," kata Horta seperti dilansir AFP, Sabtu (17/11/2007).

Bahkan Horta mengklaim 5 reporter yang berasal dari Inggris, Australia dan Selandia baru itu 'ditangkap hidup-hidup dan dibunuh'. Tujuannya untuk mencegah mereka mengekspos invasi yang terjadi 3 dekade lalu itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan pihak Indonesia yang menyebutkan kelima jurnalis itu terjebak dalam pertempuran juga dibantah Horta. "Ketika tentara Indonesia tiba, When the Indonesian soldiers arrived, kami berada di belakang. Para jurnalis itu tidak pernah berada di tengah (pertempuran)," tuturnya.

"Saya berada di Balibo, bersama para jurnalis beberapa hari sebelum mereka tewas. Saya tahu posisi tentara, saya tahu tempatnya. Saya selalu tahu tidak akan mungkin menjadi korban baku tembak," papar Horta yakin.

Sebelumnya, Pengadilan Glebe Coroners menyatakan, ada bukti-bukti yang cukup kuat bahwa pembunuhan Peters beserta Malcolm Rennie, Greg Shackleton, Gary Cunningham dan Tony Stewart merupakan kejahatan perang.

Wakil Koroner Dorelle Pinch yang melakukan penyelidikan berencana menyampaikan penjelasan mengenai hasil temuan ini ke Jaksa Agung Australia Philip Ruddock untuk menindaklanjuti kasus ini.
(bal/bal)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads