"Informasi dibendung. Yang didapat, Indonesia cemburu karena ekonomi Malaysia lebih baik. Yang disebut dari Indonesia hanya case jenayah, pembunuhan," kata Anwar dalam jumpa pers usai bertemu pimpinan DPD di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (16/11/2007).
Berita reformasi di Indonesia pun diputar balik oleh pers Malaysia. "Mereka lihat reformasi di Indonesia ini (seperti), perang, bakar!," kata Anwar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Komisi pemilihan raya yang seharusnya bebas menjadi alatnya UMNO. Banyak pengundi (pemilih-red) hantu," kata Anwar.
Pernah ada penyelidikan di suatu kampung, ditemukan puluhan kartu pemilih orang yang sudah berusia 100 tahun lebih. Secara nasional, pemilih hantu seperti itu bisa mencapai ratusan ribu orang.
"Itulah (tujuan) aksi 10 November lalu," kata Anwar. "Yang kita minta hanya satu saja, jamin pemilihan raya yang bebas. Kita tidak minta kebebasan pers," imbuhnya.
"Kebebasan pers seperti di Indonesia bagi Abdullah Badawi terlalu radikal," pungkas Anwar yang baru saja memiliki cucu berusia 2 bulan dari anaknya, Nurul Izzah.
(aba/nrl)











































