Sedot Dana Rp 7 M, FFI di Riau Dinilai Rawan Korupsi
Jumat, 16 Nov 2007 17:47 WIB
Pekanbaru -
Pelaksanaan Festifal Film Indonesia (FFI) di Riau menyedot dana rakyat Rp 7 miliar terus menuai kritik. Selain tidak bermanfaat untuk masyarakat Riau, FFI ini dinilai rawan korupsi. Demikian disampaikan Direktur LSM, Riau Corruption Watch (RCW) Firdaus Basyir kepada detikcom, Jumat (16/11/2007). Menurutnya, Riau selaku tuan rumah FFI pada 14 Demsember 2007 terkesan memaksakan diri. Padahal FFI itu merupakan kegiatan nasional yang mestinya tidak membebankan pada keuangan rakyat Riau."Silakan Riau jadi tuan rumah, asal jangan uang rakyat yang dikorbankan. Inikan sangat aneh, kita menanggung dana dengan angka yang fantastis Rp 7 miliar. Sedangkan penitia pusat hanya menanggung dana Rp 1,7 miliar. Tidak ada untungnya FFI itu buat masyarakat Riau, yang ada malah rugi," kata Firdaus.Banyaknya uang rakyat yang dialokasikan hanya untuk mengurusi akomodasi artis, kata Firdaus, ini sangat berpotensial dijadikan ajang korupsi bersama di akhir tahun 2007. Bentuk kekhawatiran RCW itu bercermin dari sejumlah kegiatan nasional yang dilaksanakan di Riau yang selama ini tidak terlepas adanya dugaan korupsi."Penggunaan anggaran ini harus menjadi perhatian publik. Mari kita bersama-sama melihat hasil akhir dari FFI ini, sebab bukan tidak mungkin dana rakyat Rp 7 miliar itu disalahgunakan untuk kepentingan mereka yang terlibat di dalamnya," tegas Firdaus.
(cha/djo)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































