Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan Dinding Penahan Tanah (DPT) setinggi 8 meter longsor di Jalan Raya Kebon Pedes, Tanah Sareal, Kota Bogor, mulai diperbaiki. Perbaikan menelan anggaran hingga Rp 5,4 miliar.
"Setelah hari ini serah terima lokasi pekerjaan, langsung siap digarap. Alhamdulillah, segala sesuatu memang perlu proses, karena anggarannya harus dipikirkan dan nilainya cukup besar, sekitar Rp 5,4 miliar," kata Wali Kota Bogor Dedie Rachim dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (18/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dedie menyebutkan perbaikan DPT longsor dilakukan Pemprov Jawa Barat melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) mulai 17 Juni. Saat awal terjadi longsor, Pemkot Bogor melaksanakan penanganan darurat melalui BPBD Kota Bogor bersama dinas terkait lainnya.
"Ruas Jalan Kebon Pedes merupakan jalan yang berada di bawah kewenangan Pemprov Jabar. Proyek perbaikan ini ditargetkan rampung dalam waktu 150 hari kalender," kata Dedie.
"Ruas Jalan Kebon Pedes merupakan jalur padat yang sering dilintasi warga, terutama di pagi dan sore hari. Rekayasa dilakukan secara situasional selama proses pengerjaan," katanya.
Dedie mengatakan, DPT setinggi 8 meter dan panjang 12 meter longsor pada 29 Januari lalu. Longsor mengakibatkan badan Jalan Kebon Pedes tergerus dan mengganggu arus lalulintas.
"Longsor yang terjadi ini disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah banyaknya masyarakat yang membuang sampah ke aliran sungai, sehingga menyebabkan penumpukan sampah yang berdampak pada tersumbatnya aliran air," kata Dedie.
"Akibatnya, beban pada dinding menjadi besar dan akhirnya ambrol. Jadi memang kebiasaan membuang sampah sembarangan ini harus segera dihilangkan," imbuhnya.
Lihat juga Video 'Kesaksian Masinis saat KA Ciremai Anjlok gegara Rel Terkena Longsor':










































