Menhan Duga Balibo Five Muncul Lagi Terkait Pemilu Australia

Menhan Duga Balibo Five Muncul Lagi Terkait Pemilu Australia

- detikNews
Jumat, 16 Nov 2007 16:13 WIB
Jakarta - Pengadilan koroner New South Wales, Australia, menyimpulkan pelaku kasus Balibo Five adalah TNI. Menhan Juwono Sudarsono menganggapnya kasus usang.Kasus ini sudah dianggap selesai. Diungkitnya lagi masalah itu diduganya terkait pemilu di Australia."Ini masalah politik lokal, mungkin dalam rangka pemilu Australia. Anggota Partai Buruh ingin mendapat kredit dengan menggugat persoalan lama," tutur Menhan usai halal bihalal dengan tim pakar hukum Dephan di Gedung Dephan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (16/11/2007).Jika pengadilan koroner New South Wales menyimpulan TNI terlibat, kata Menhan, hal itu hanya didasarkan pada sistem hukum yang berlaku di sana."Kalau yang saya tahu, 15 tahun yang lalu itu sudah dianggap selesai. Sudah ada temuan dari Jaksa Agung Australia bahwa TNI tidak terlibat dan tidak bersalah," kata Menhan. Sebab kelima wartawan yang tewas tertembak di Balibo itu sudah diberitahu sebelumnya bahwa akan terjadi kontak senjata yang berbahaya untuk liputan wartawan. Peringatan itu disampaikan jauh sebelum Oktober 1975. Selain itu, sewaktu dia menjabat dubes Inggris, Menhan mengaku pernah bertemu dengan dua orang keluarga dari dua korban yang berwarga negara rangkap, Australia dan Inggris. "Saya ketemu paman dan bibinya. Mereka menjelaskan. Menurut mereka kasus itu sudah selesai. Hanya saja mereka meminta pengungkapan rasa penyesalan saja," ungkap Menhan.Saat itu, Menhan menyatakan menyesal karena jatuh korban di Balibo. Namun dia juga menjelaskan kepada paman dan bibi korban, korban sudah diberitahu, termasuk oleh Pieter Histing (wartawan Australia) agar jangan masuk ke Balibo. "Itu dua minggu sebelum peristiwa," katanya.Soal tanggapan untuk pengadilan koroner New South Wales, Menhan mengaku tidak punya kewenangan. Pihak yang berhak memberikan tanggapan adalah Menteri Luar Negeri."Kita tidak ada komentar. Kita tunggu saja laporan dari KBRI di Canberra, apa hasil temuan mereka tentang persoalan ini, tentang keputusan koroner," ujarnya. (umi/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads