Polisi Sering Datang, Rumah Korban Rancaekek Kosong

Polisi Sering Datang, Rumah Korban Rancaekek Kosong

- detikNews
Jumat, 16 Nov 2007 16:13 WIB
Bandung - Rumah korban, sekaligus lokasi pembunuhan Rancaekek, terlihat kosong. Para tetangga tidak tahu keberadaan penghuni rumah itu yang lainnya berada.Di rumah yang terletak di perumahan Bumi Rancaekek Kencana, Jl Seroja IV No 183, Rancaekek, Bandung itu dulu tinggal korban Erni Johan (47), bersama dua adiknya yang sudah berkeluarga yakni Erna Johan dan suaminya Panca, serta Setiawan Johan dan istrinya Cucu.Setiawan Johan dan Cucu, adalah orang tua Valentino (3) dan Maria (3 bulan), yang juga ditemukan tewas bersamaan dengan Erni pada 16 Oktober lalu. Mayat kedua bocah itu tergeletak di ruang tamu, sedangkan mayat Erni ditemukan di dalam sumur yang berada di belakang rumah.Police line yang dipasang polisi saat peristiwa itu terjadi, kini sudah tidak ada lagi. Namun seorang tetangga mengatakan, polisi masih kerap memeriksa rumah kosong tersebut."Baru saja kemarin ada polisi yang datang pakai dua mobil. Kadang mereka datang dua hari sekali atau empat hari sekali, satu hingga tiga mobil. Saya enggak tahu mereka ngapain di dalam. Yang saya tahu mereka datang enggak pernah dengan bekas penghuni rumahnya," ujar Ani Rohani di rumahnya yang persis di samping rumah Erni Johan, Jumat (16/11/2007). Ani mengaku tidak tahu di mana adik-adik Erni yang lainnya berada. Namun meski tidak tinggal di situ, mereka kerap datang. "Baru setengah jam lalu, Pak Nicholas (panggilan Setiawan Johan) datang ke sini untuk memberi makan anjing. Saya enggak berani nanya-nanya, takut salah," ujar Ani. Menurut Ani, dalam satu bulan setelah kematian Erni, hanya Setiawan yang sering datang. Itu pun hanya untuk memberi makan dua anjingnya yang berada di halaman belakang. "Karena tidak bisa masuk, Pak Nicholas ngasih makan anjingnya melalui loteng saya," ujarnya. Dari loteng rumah Ani, halaman belakang rumah Erni Johan memang jelas terlihat. Ani menambahkan sebagai tetangga, dirinya mengharapkan kasus ini cepat tuntas. Selama ini, para tetangga menunggu kepastian siapa pelakunya yang tak kunjung datang. "Terus terang saya dan tetangga lainnya capek, melihat polisi sering datang kemari. Yah, kami cukup was-was juga," jelasnya.Direskrim Polda Jabar Kombes Pol Tatang Sumantri mengaku polisi sengaja masih menyegel rumah Erni untuk keperluan penyidikan. "Kami masih mencari petunjuk-petunjuk baru yang bisa mengarahkan ke pelaku. Makanya rumah masih kami segel," jelasnya. (ern/djo)


Berita Terkait