"Jamaah haji kita yang terbesar di sana. Ini supaya dimanajemen dengan baik. Tidak boleh lagi terjadi seperti haji kelaparan, peristiwa desak-desakan di Mina atau saat lempar jumrah," ujar Agung.
Hal itu dikatakannya usai peletakkan batu pertama pembangunan LPK Industri Furniture Ad Darain di Desa Kemula, Kecamatan Sayung Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (16/11/2007)
Dalam acara itu juga hadir Duta Besar Mesir Mohamed Al Sayed Taha dan Rektor Universitas Islam Sultan Agung Rafiq Anwar.
Agung mengatakan, DPR telah mengirimkan tim monitoring haji yang bekerjasama dengan instansi-instansi lain. Tim ini menurutnya bertugas untung mengawasi pelayanan haji oleh pemerintah, apakah terjadi peningkatan perbaikan atau tidak.
Selain itu, Agung juga menyampaikan agar jamaah haji Indonesia dapat mengikuti petunjuk yang disampaikan pemerintah agar dapat menjalankan ibadah haji dengan baik.
"Sebaiknya ikuti guideline yang sudah ada agar tidak terjadi kehilangan atau sakit," pungkasnya. (rmd/nrl)











































