7 Arca Bersejarah Museum Radya Pustaka Solo Hilang
Jumat, 16 Nov 2007 14:24 WIB
Solo - 7 arca bersejarah milik Museum Radya Pustaka, Solo, raib. Polisi berniat memeriksa kepala museum, KRH. Darmodipuro, terkait kasus ini.Ketujuh arca yang hilang terdiri dari 5 arca batu dan 3 arca perunggu peninggalan abad ke-9. Sejumlah koleksi lain, yakni 1 lampu gantung perunggu, 1 piring porselin dari Cina abad ke-7 serta tempat buah kristal pemberian Napoleon Bonaparte kepada Pakoeboewono VI, juga lenyap. Koleksi-koleksi tersebut ditukar dan dipalsukan karena sudah tidak sesuai dengan data inventarisasi yang dilakukan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa tengah.Sebelumnya, Poltabes Solo telah memeriksa 2 pegawai museum yang merupakan saksi kunci. Mereka adalah Soemarni Wijayanti yang bekerja sebagai pemandu wisata dan seorang penjaga perpustakaan, Indrayana. Satuan Reskrim Poltabes Solo juga akan memeriksa saksi lainnya, yakni Ambarwati, pukul 17.00 WIB, Jumat (16/11/2007).Ambarwati adalah mantan pegawai Museum Radyapustaka yang telah diberhentikan beberapa waktu lalu. Ambar disebut-sebut di-PHK karena pernah mempertanyakan adanya keanehan pada sejumlah koleksi museum.Kasatreskrim Poltabes Solo AKP Syarif Rahman SIK beberapa hari lalu menegaskan, Poltabes juga akan memanggil Kepala Museum KRH Darmodipuro. "Kita akan memanggil Mbah Hadi (panggilan KRH Darmodipuro) untuk dimintai keterangan," ujarnya.
(djo/djo)











































