'Salah Comot' dari Benyamin S untuk Pemberantasan Korupsi

'Salah Comot' dari Benyamin S untuk Pemberantasan Korupsi

- detikNews
Jumat, 16 Nov 2007 13:24 WIB
Salah Comot dari Benyamin S untuk Pemberantasan Korupsi
Jakarta - Gara-gara Siti Hawa... Adam dibuang ke Bumi... yang tadinya hidup di surga... Begitulah persembahan almarhum Benyamin Suaeb untuk pemberantasan korupsi. Mau tahu lebih lanjut syairnya?Seniman Betawi dengan multitalenta itu memang telah meninggalkan dunia fana 12 tahun lalu pada 5 September 1995. Namun rupanya ada peninggalan berharga.Pria yang kerap berduet dengan Ida Royani ini menciptakan lagu berjudul 'Salah Comot'. Lagu ini pun diusulkan ke KPK untuk menjadi jingle pemberantasan korupsi.Teks lagu dan musik milik pria kelahiran Kemayoran 5 Maret 1939 yang ngetop dengan lagu 'Hujan Gerimis' dan 'Kompor Meleduk' itu diserahkan anak Benyamin, Beib Benyamin, kepada Ketua KPK Taufiequrrachman Ruki di KPK, Jl Rasuna Said, Jakarta, Jumat (16/11/2007)."Lagu itu diciptakan 12 tahun yang lalu. Sebenarnya ada 2 lagu, yang satu berjudul 'Pungli', tapi lagu itu sudah beredar. Yang ini belum, makanya saya serahkan. Lagu ini dibuat karena banyak kasus korupsi," kata Beib.Sementara Ruki menyambut gembira lagu tersebut. "Dulu pernah ada yang melakukan hal serupa, yakni Ikang Fawzi. Partisipasi masyarakat sangat kita butuhkan dalam segala kapasitasnya. Nanti wartawan juga boleh. Saya kan nggak bisa nyanyi dan menulis (berita), jadi saya melakukan apa yang bisa saya perbuat," kata Ruki.Lagu 'Salah Comot' pun kemudian diperdengarkan...Gara-gara Siti HawaAdam dibuang ke BumiYang tadinya hidup di surgaGara-gara Siti Hawa yang kolokan dengan suamiAdam yang patuh ilahi kena bujukan sang biniAdam disuruh Hawa korupsi untuk curi buah kuldiAdam dan Hawa kena murkaPerintah Tuhan dilanggarnyaMereka diusir dari surga (swarga ceuk sunda)Menyesal pun tiada gunaOh Siti Hawa...Gara-gara kamu kita jadi beginiDipindahin ke bumiPadahal kita sudah enak-enakan di surgaCoba, apa-apa adaTelanjang bulat nggak apa-apaCoba sekarang kita telanjang bulatDipotret sama wartawanDari itu, wahai sang biniJangan paksa sang suami membujuk korupsiAkhirnya ditangkep polisiSemua bagai perumpaanUntukmu wahai perempuanKuatkan kau punya imanAgar hidup di dunia amanAman dan tentramDari itu, nyok kita berenti korupsi(stop stop stop)Yang akhirnya susah sendiriDeg-degan tidurBiar pastur biar haji tak peduliKalau korupsi ditangkep polisiBiar rakyat kecil rakyat gede dan gue jugaKalau nyolong susah sendiriNggak bisa tidurKalau terus kita pade korupsiJin, setan, tuyul pade memakiAnak cucu pade merintihMo denger sukur, saya nyanyi sampe di sini (sss/ana)


Berita Terkait