Bunga Bangkai Tiba-tiba Muncul, Warga Jakut Heboh

Bunga Bangkai Tiba-tiba Muncul, Warga Jakut Heboh

- detikNews
Jumat, 16 Nov 2007 12:45 WIB
Bunga Bangkai Tiba-tiba Muncul, Warga Jakut Heboh
Jakarta - Bunga bangkai muncul tiba-tiba di halaman rumah Ny Endang (50) pada Rabu 14 November. Malam sebelum bunga itu muncul, Endang mengaku mimpi aneh.Endang yang pengusaha bunga ini mengaku kaget, karena sebelumnya tidak ada tanda-tanda atau tunas yang menunjukkan keberadaan bunga itu.Apalagi, Selasa sore saat dia menyiram bunga dan tanaman di halaman rumahnya, dia tidak menemukan 'jejak' bunga itu.Endang yang ditemui di rumahnya, Kompleks Walikota Jakarta Utara, Jalan Camar II RT 10 RW 06, Sukapura, Jakut, Jumat (16/11/2007), menunjukkan bunga setinggi 75 cm itu kepada wartawan.Endang menuturkan, Rabu pagi ketika akan ke toko bunganya di Kompleks Pertokoan Kelapa Gading, dia mencium bau bangkai menyengat dari halaman rumahnya.Endang kemudian mencari tahu sumber bau tersebut. Alangkah terkejutnya dia saat menemukan sumber bau itu dari sebuah tunas bunga bangkai setinggi lutut orang dewasa yang tumbuh di halamannya. Begitu mengetahui di halaman rumahnya tumbuh bunga langka, Endang mengambil kamera untuk mendokumentasikannya dan meminta pembantu rumah tangganya menjaga bunga tersebut agar tidak rusak."Saya nggak tahu sebelumnya, tahu-tahu paginya sudah ada. Padahal tanahnya nggak saya kasih biji, hanya saya kasih merang, dan sedikit pupuk untuk menanam palem di halaman rumah," kata dia.Endang mengaku tidak punya firasat apa-apa soal bunga bangkai itu. Namun dia sempat bermimpi aneh."Mimpinya saya berada di padang pasir. Saya ketemu sama nenek-nenek yang lalu menolong saya karena kehausan," kata dia.Dalam dua hari terakhir bunga berwarna merah marun dengan titik-titik kuning itu mekar dengan diameter 50 cm. Bau menyengat yang dikeluarkan bunga itu tidak hanya mengundang lalat hijau dan semut, warga di sekitar rumah Endang pun penasaran.Semula mereka tidak menduga bau bangkai itu berasal dari bunga yang tumbuh di halaman rumah Endang. Sebab pagar rumah itu cukup tinggi, sehingga kondisi di dalamnya tidak terlihat dari luar pagar.Puluhan warga kemudian mendatangi rumah Endang untuk menonton dan mengabadikan bunga itu.Bunga itu kini ditutupi jaring hitam. Endang beralasan sengaja menutupinya karena jijik melihat lalat hijau di sekeliling bunga yang jika malam hari semakin bau itu. Di malam hari, bunga ini mengeluarkan lendir beraroma bau bangkai di putiknya.Sejauh ini, kata Endang, belum ada ahli botani yang melihat bunga bangkai di rumahnya. Namun dia tidak akan menghalangi jika ada pihak-pihak yang ingin meneliti."Kalau ada yang mau meneliti ya silakan, kalau mau beli ya silakan," ujarnya. (umi/nrl)


Berita Terkait