Sambut Musim Haji, Masjid Nabawi Terbuka 24 Jam

Info Haji

Sambut Musim Haji, Masjid Nabawi Terbuka 24 Jam

- detikNews
Jumat, 16 Nov 2007 02:11 WIB
Madinah - Kerajaan Arab Saudi memberlakukan kebijakan khusus menyambut musim haji tahun 1428/2007 M ini. Jika sebelumnya Masjid Nabawi di Madinah ditutup enam jam di malam hari, pada musim haji tahun ini masjid tersebut dibuka 24 jam setiap harinya. Kebijakan ini akan memudahkan jamaah untuk berziarah ke masjid Nabi.Kebijakan tersebut baru diberlakukan pada tahun ini. Pada tahun-tahun sebelumnya dengan berbagai pertimbangan, termasuk pertimbangan keamanan, semua pintu masuk Masjid Nabawi ditutup dari pukul 22.00 hingga pukul 03.00 waktu Arab Saudi (WAS).Mish'al bin Salim, salah seorang petugas penjaga pintu Masjid Nabawi, membenarkan adanya peraturan baru tersebut. Menurutnya, sejak tahun ini Masjid Nabawi akan dibuka 24 jam setiap harinya pada bulan Ramadan serta pada musim haji.Namun demikian, Kata Mish'al, tidak semua pintu masjid dibuka pada tengah malam. "Hanya pintu 1 dan pintu 2 yang dibuka, selain itu akan ditutup. Jamaah yang datang dari arah pintu lainnya silakan memutar jika ingin masuk masjid," ujarnya. Pintu 1 dan pintu 2 yang dimaksud adalah pintu akses menuju Masjid Nabawi paling dekat dengan posisi makam Nabi Muhammad dan Roudloh.Kebijakan baru itu disambut baik petugas pelayanan haji. Sekretaris panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) Indonesia untuk daerah kerja (Daker) Madinah, Mucholi Djimun, mengatakan dengan adanya kebijakan baru tersebut diharapkan para jamaah calon haji tidak perlu lagi perlu berebut masuk.Semua calon jamaah haji dari Indonesia, sebelum diantar ke Makkah untuk berhaji, terlebih dahulu akan diinapkan di Madinah selama sembilan hari untuk memberi kesempatan melakukan arba'in (sholat berjamaah 40 kali berturut-turut di Masjid Nabawi), mengunjungi makam Nabi Muhammad dan mengunjungi Roudloh.Mucholi memaparkan pada tahun-tahun sebelumnya, sejak tengah malam puluhan ribu jamaah selalu berjubel di depan pintu masing masih tertutup agar mendapatkan tempat di dalam masjid. Beberapa tahun terakhir musim haji bertepatan dengan musim dingin di Madinah sehingga kondisi ini sering menggangu kesehatan jamaah."Biasanya mereka akan menunggu berjam-jam di pelataran masjid dalam cuaca sangat dingin. Tidak sedikit yang sakit karenanya. Dengan kebijakan baru ini, diharapkan jamaah menjadi lebih longgar waktu dan tempatnya untuk memasuki masjid, tanpa perlu berdesakan," ujarnya. (mbr/ary)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads