Tunggu Operasi, Brigadir Zakaria Masih Terbaring
Kamis, 15 Nov 2007 19:54 WIB
Bandung - Brigadir Zakaria masih terbaring lemah di ruang perawatan. 1 peluru dan 1 pecahan masih bersarang di lengan kiri anggota Jatanras Polda Metro Jaya yang meringkus DPO perampok mobil ATM BCA."Saya sudah baikan," kata Zakaria, anggota Jatanras Polda Metro Jaya, saat di temui di RS Hasan Sadikin, Jl Pasteur, Bandung, Kamis (15/11/2007).Perban masih membalut tubuhnya yang terluka terkena peluru. Selang infus pun masih menancap di tubuhnya. "Ini resiko dalam menghadapi tugas," tambahnya.Di ruangan itu tampak kerabat, istri, dan putra Zakaria yang berumur 4 tahun. Tak lama 2 petugas rumah sakit datang untuk memandikan dan mengganti perban."Alhamdulillah Tuhan masih melindungi saya. Kalau bisa sekarang juga kembali ke Jakarta," tambahnya sambil tersenyum.Sedang di luar ruangan tempat Zakaria dirawat tampak petugas berpakaian preman berjaga-jaga. Sepucuk pistol tampak menonjol di pinggang mereka.Entah karena apa penjagaan, bagi polisi yang terkena tembakan saat menyergap, Sulis perampok BCA senilai Rp 2,875 miliar di Cipacing, Jatinangor pada 7 November lalu, begitu ketat."Ini perintah Pak Direktur. Kita berjaga bergantian, setiap 24 jam sekali nanti yang dari Jakarta datang," ujar seorang petugas yang berjaga."Zakaria punya 100 nyawa," tambah petugas lainnya.Sementara itu pihak RSHS menyatakan bahwa perkembangan luka, Brigadir Zakaria sudah membaik."Sudah mulai dilatih makanan cair. Kalau dari dokter bagian yang mengoperasi perut dan lambung, minggu depan sudah bisa pulang," kata Kepala RS Hasan Sadikin, Dr Tri Wahyu Murni.Namun karena 1 peluru di lengan kiri atas dan 1 serpihan di lengan bawah, membuat Zakaria masih tertahan di ruang perawatan."Nanti akan dipasang skrup dan plat di lengannya. Kita tidak buru-buru, karena menunggu keadaan tubuhnya benar-benar sehat, sekitar 3 minggu lagi" tambah Tri. Pemasangan skrup dan plat ini dilakukan karena melihat kondisi luka di lengan Zakaria. "Kalau lengan kiri atas tulangnya remuk dan yang bawah patah," tandas Tri.
(ndr/ary)











































