Komisi B DPRD DKI Minta Kenaikan Tarif Transjabodetabek Tak Terlalu Jomplang

Komisi B DPRD DKI Minta Kenaikan Tarif Transjabodetabek Tak Terlalu Jomplang

Farih Maulana Sidik - detikNews
Sabtu, 13 Jun 2026 08:49 WIB
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh.
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, menyebut pihaknya telah rapat dengan PT Transjakarta membahas rencana kenaikan tarif TransJabodetabek. Dia meminta penyesuaian tarif Transjakarta, termasuk Transjabodetabek, tidak terlalu jomplang.

"Kemarin kebetulan kita panggil TransJakarta untuk rapat kerja bersama terkait dengan statement dari Pemprov ada kenaikan tarif Rp 10 ribu dan Rp 15 ribu, tentunya saya menanyakan secara langsung seperti apa ini," kata Nova Paloh kepada wartawan, Sabtu (13/6/2026).

Dia menyebut kondisi fiskal Pemprov DKI Jakarta tengah mengalami guncangan imbas kondisi global yang terjadi saat ini. Kemudian, dia mengungkap beban anggaran yang harus dikeluarkan Pemprov DKI untuk menyubsidi layanan PT Transjakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Transjakarta itu kurang lebih 1,4 juta penumpang per hari, 400 jutaan (penumpang) per tahun, itu harus kita subsidi kurang lebih Rp 9.000-an per penumpang, dan Jaklingko itu gratis. Artinya memang kondisi fiskal ini lagi tidak bagus, memang ada wacana dari Pemprov untuk menaikkan (tarif)," ucapnya.

Nova Paloh mendorong agar PT Transjakarta berdiskusi dengan para pengguna layanan Transjabodetabek sebelum menetapkan penyesuaian tarif baru. Dia minta kenaikan tarif Transjabodetabek bisa tetap terjangkau oleh masyarakat.

"Saya sampaikan, bisa nggak kalau misalnya pun naik, jangan terlalu jomplang, tapi harus dilihat lagi, harus FGD (forum group discussion) dulu nih untuk bagaimana sih kesiapan masyarakat," ujar Nova.

"Ini harus ada FGD, denger pendapat masyarakat, yang wajar itu berapa. Saya paham kondisi ini, bahwa dengan 1 tahun itu Transjakarta itu harus disubsidi sampai Rp 4 triliun," imbuhnya.

Seperti diketahui, Pemprov DKI memang berencana menyesuaikan tarif layanan Transjabodetabek menyusul pengoperasian sejumlah rute baru yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga, termasuk rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta.

Pemprov DKI menilai tarif Rp 3.500 yang saat ini berlaku tidak lagi relevan untuk sejumlah rute antarkota dengan jarak tempuh yang lebih panjang. Meski begitu, pemerintah memastikan penyesuaian tarif tetap mempertimbangkan keterjangkauan masyarakat sekaligus keberlanjutan layanan transportasi publik.

Simak juga Video 'Siap-siap! Tarif Transjabodetabek Akan Naik Sebentar Lagi':

Halaman 2 dari 2
(fas/idn)


Berita Terkait