Terbentur Dana, Menteri PU Akui Belum Tenderkan BKT & BKB

Terbentur Dana, Menteri PU Akui Belum Tenderkan BKT & BKB

- detikNews
Kamis, 15 Nov 2007 13:10 WIB
Jakarta - Penanggulangan banjir Jabodetabek masih jauh dari target. Gara-gara terbentur dana, tender proyek Banjir Kanal Timur (BKT) dan Banjir Kanal Barat (BKB) belum dilakukan. Diharapkan akhir November dan awal Desember dapat dikerjakan.Demikian disampaikan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR seputar penanganan banjir di Jabodetabek di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/11/2007).Menurut dia, pemerintah pusat belum melakukan penanggulangan banjir Jabodetabek sesuai program yang disepakati pascabanjir Februari 2007."Saya akui apa yang dikerjakan masih jauh dari target. Mudah-mudahan akhir November atau awal Desember pengerjaan proyek khusus untuk BKT dan BKB akan dilakukan besar-besaran," kata Djoko.Dikatakan Djoko, target yang belum bisa terpenuhi misalnya, pembebasan BKT. "Dari anggaran yang diusulkan Rp 500 miliar, kita hanya mampu memberikan Rp 100 miliar," ujarnya.Selain itu, lanjut dia, untuk revitalisasi BKB harus kerja hati-hati."Balai Cisadane-Ciliwung sampai untuk melakukan tender saja mereka tidak berani kalau anggaran belum ada. Meskipun ada jaminan dari Menteri dan Dirjen," kata Djoko.Djoko mengatakan, proyek revitalisasi BKB belum bisa dilakukan karena tendernya belum selesai. "Sekarang tendernya diulang. Keinginan saya Senin sudah ada pemenangnya. Jadi akhir November atau awal Desember bisa dikerjakan," beber Djoko.Pengerukan KaliDalam kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menambahkan ada beberapa program yang belum terprogram di anggaran 2007 seperti pengerukan kali di Mookevard yang menghubungkan Cisadane dan BKB."Kenapa diperlukan, karena untuk meningkatkan kapasitas Kali Mookevard agar dapat menampung air di Cisadane supaya banjir tidak meluas," kata Fauzi. (aan/nrl)


Berita Terkait