Sopir Truk Penabrak Kak Herman Sempat Disetop Warga, tapi Malah Tancap Gas

Sopir Truk Penabrak Kak Herman Sempat Disetop Warga, tapi Malah Tancap Gas

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 12 Jun 2026 17:31 WIB
Truk yang menabrak Kak Herman di Tangerang. (Dok. ist)
Truk yang menabrak Kak Herman di Tangerang. (Foto: dok. Istimewa)
Tangerang -

Polisi mengungkap kesaksian warga saat sopir truk menabrak tokoh Pramuka, Herman Sulistyo (71) atau Kak Herman, di Cikupa, Kabupaten Tangerang. Sopir truk inisial AD (21) itu sempat disetop warga, tapi malah tancap gas melarikan diri.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (7/6) pukul 01.00 WIB di Jalan Raya Serang Km 11, Cikupa, Tangerang. Saat itu, korban yang sedang bersepeda ditabrak oleh AD. Kemudian, ada saksi yang melihat dan mencoba menghentikan kendaraan tersebut.

"Ada satu saksi yang mencoba untuk memberhentikan, tapi (truk) tidak berhenti," kata Kasat Lantas Polresta Tangerang AKP Fery Oktaviari Pratama, Jumat (12/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saksi tersebut pun akhirnya memfoto nomor kendaraan truk Fuso, D-8319-GL. Dari foto tersebut, polisi menyelidiki lokasi keberadaan truk.

"Ada yang sempat foto nomor kendaraan. Dari situ, kita mencari keberadaan truk tersebut, dan diketahui ada di Bandung," katanya.

ADVERTISEMENT

Kabur karena Takut Diamuk Massa

Diketahui, AD kabur karena takut diamuk massa setelah menabrak Kak Herman.

"Dari keterangannya, pelaku melarikan diri dikarenakan takut diamuk massa oleh warga," ucap Fery.

Polisi menangkap pelaku pada Kamis (11/6) malam. AD diamankan di rumahnya di Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung.

Sosok Herman Sulistyo

Herman Sulistyo, korban dugaan tabrak lari, merupakan tokoh Pramuka di Tangerang Raya hingga Banten dan dikenal luas karena dedikasinya dalam memegang teguh nilai-nilai kepramukaan sejati dalam kehidupan sehari-hari. Herman Sulistyo akrab dipanggil dengan sebutan Kak Herman, yang lazim digunakan di dunia kepramukaan.

Ia selalu konsisten memakai seragam lengkap Pramuka di berbagai kesempatan, baik saat menghadiri acara resmi maupun dalam kesehariannya. Dalam berkegiatan, ia selalu bersepeda untuk menghadiri kegiatan kepramukaan.

Sebelum dimakamkan, jenazah Kak Herman disalatkan di Masjid Raya Al-A'zhom Kota Tangerang, Minggu (7/6) siang, yang turut dihadiri sejumlah pejabat daerah hingga anggota Pramuka se-Banten. Jenazah Kak Herman dimakamkan di TPU Rawa Kucing, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, dengan prosesi secara kepramukaan.

Lihat juga Video 'Kecelakaan Maut di Ganeas Sumedang, 1 Balita Tewas':

(aik/mea)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini