'Bengkel' Selaput Dara Laris Manis di Inggris
Kamis, 15 Nov 2007 12:06 WIB
London - Keperawanan ternyata masih dipandang penting buat wanita muda Inggris. Mereka mulai berminat dengan klinik yang menjanjikan selaput dara yang sudah robek kembali rapat.Perbaikan selaput keperawanan di negeri Ratu Elizabeth itu terbilang cukup mahal, sekitar Rp 75,7 juta. Namun tetap saja kaum hawa yang menganggap keperawanan sebagai modal malam pertama berminat melakukan operasi keperawanan. Tercatat antara tahun 2005 dan 2006 sebanyak 24 wanita mereparasi selaput daranya yang sudah robek.Dilansir Dailymail, Kamis (15/11/2007), ngetrennya 'bengkel selaput dara' ini di Inggris terkait dengan banyak imigran dari Asia di Inggris. Bahkan keinginan wanita Inggris belakangan ini juga meningkat."Di beberapa kebudayaan, mereka lebih senang ketika malam pertama mereka mengeluarkan darah. Jika istri atau pengantin perempuan tidak perawan, itu hal yang sangat memalukan," kata Dr Magdy Hend, konsultan ginekologis di Regency Clinic, Harley Street, London."Mereka bisa orang Inggris, imigran, atau mereka yang datang dari Asia, Timur Tengah, Kawasan Teluk, dan mereka tidak ingin pulang sebelum keperawanan mereka kembali utuh," tambahnya.Nah, menurut Dr Hend, makin meningkatnya jumlah klien, persaingan antarklinik juga cukup tinggi. Tapi tentu saja banyak yang memprotes 'dilegalkannya' operasi keperawanan ini. Namun semuanya masih dalam perdebatan.Kaum muslim di Inggris jelas memprotes maraknya klinik yang melegalkannya bedah ala 'sari rapet' tersebut. Namun pihak medis menyanggahnya dengan berbagai alasan. Salah satu alasannya adalah hilangnya keperawanan karena pemerkosaan atau kecelakaan.Menurut Departemen Kesehatan Inggris, bedah kosmetika semacam itu memang disediakan untuk keselamatan fisik dan kesehatan psikologis. Namun semua itu harus kembali pada kebudayaan yang dianut masing-masing orang.
(ana/sss)











































