DPR Kumpulkan 3 Gubernur Bahas Banjir & Macet di Jabotabek
Kamis, 15 Nov 2007 10:56 WIB
Jakarta - Komisi V DPR menghadirkan Menteri PU Djoko Kirmanto, Gubernur DKI Jakata Fauzi Bowo, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, dan Jawa Barat diwakili Wakil Gubernur Lukman Abdul Hakim melakukan rapat kerja membahas penanganan banjir dan macet di Jabotabek.Fauzi Bowo mendapat giliran pertama untuk menampilkan presentasi cara mengatasi banjir di Jakarta dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi V DPR Ahmad Muqowwam di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/11/2007).Fauzi Bowo yang belum dua bulan jadi gubernur itu terlihat agak gugup memulai presentasinya. Fauzi mengakui penanganan masalah banjir di Jakarta terkendala.Proyek Banjir Kanal Timur (BKT) yang diharapkan mengurangi banjir masih mengalami kendala pembebasan tanah. Sampai November 2007 ini, baru 66 persen atau 168 hektar lahan yang dibebaskan.Total untuk pembebasan tanah BKT diperlukan anggaran Rp 850 miliar dari APBD dan Rp 100 miliar dari APBN. Pemerintah DKI telah merealisasikan pembayaran ganti rugi dari 2003 sampai November 2004 sebesar Rp 1,411 triliun atau 7,7 km (30,43 persen).Problem lain penanganan banjir Jakarta adalah sulitnya mengajak warga bantaran kali untuk pindah ke tempat yang lebih baik. "Warga Ciliwung tak mau pindah ke Marunda dengan alasan jauh dari tempat mereka bekerja. Warga Ciliwung lebih memilih banjir selama seminggu daripada disuruh pindah ke rusun yang kita sediakan," kata Fauzi di hadapan Komisi V DPR yang membidangi perhubungan, PU, perumahan rakyat, Pembangunan Daerah Tertinggal, BMG dan Basarnas itu.Masalah lain adalah dampak climate change. Fauzi mengatakan, setiap tahunnya, permukaan air laut bertambah 0,8 mm. "Kita saat ini sedang melakukan pengkajian. Kita sedang merintis solusi untuk mengatasi hal tersebut," tandasnya.Setelah Fauzi, giliran Wakil Gubernur Jawa Barat berpresentasi penanganan banjir di wilayah Bogor, Depok, Bekasi, dan Cianjur. Kemudian Gubernur Banten bicara penanganan di Banten dalam kaitannya dengan Ibukota Jakarta.Rapat Kerja ini dimulai sejak pukul 09.30 WIB. Setelah sesi penanganan banjir, sesi selanjutnya adalah penanganan kemacetan lalu lintas di kawasan Jabotabek.
(aba/nrl)











































