Afrika Tak Selalu Hitam
Kamis, 15 Nov 2007 08:49 WIB
Cirebon - Segala sesuatu yang berbau Afrika selalu dianggap hitam, miskin, kumuh danterbelakang. Itulah stigma buruk yang harusnya tidak terus diyakini olehpenduduk dunia, termasuk Indonesia. Di berbagai bidang, Afrika sudah banyak mengalami kemajuan. Hal ini salah satunya juga dari pengaruh Konferensi Asia Afrika (KAA) yang dipelopori oleh Indonesia."Di negara Afrika Selatan, 80 persen penduduknya berkulit putih. Di sana ada kota Johannesburg yang sangat prestisius dan maju. Jadi Afrika tidak identik dengan hitam dan terbelakang," ujar kepala Direktorat Kerjasama Intra Kawasan Asia Pasifik dan Afrika Departemen Luar Negeri, Herry Sudrajat.Herry menyatakan hal itu dalam sosialisasi The New Asia-Africa Strategic Partnership (NAASP) dan Museum Asia Afrika di hadapan ratusan siswa SMA di Hotel Prima, Jl Siliwangi, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (14/11/2007).Herry mengatakan, pemahaman tentang Afrika ini sangat penting bagi negara-negara Asia untuk lebih meningkatkan kerjasama kedua belah pihak. Hasil KAA 2005 di Bandung, jelas Harry, menghasilkan beberapa kesepakatan kerjasama di berbagai bidang."Deklarasi NAASP juga menghasilkan kerjasama politik, ekonomi dan budaya, juga meningkatkan semangat friendship, solidarity and cooperation," kata Herry.Selain itu, lanjut Herry, pertukaran pemuda se-Asia Afrika akan terus digalakkan untuk dapat saling memahami karakteristik masing-masing negara di Asia Afrika.
(anw/nrl)











































