Harapan Pengguna Transjabodetabek Agar Tarif Tak Naik: Transportasi Paling Murah

Harapan Pengguna Transjabodetabek Agar Tarif Tak Naik: Transportasi Paling Murah

Taufiq Syarifudin - detikNews
Kamis, 11 Jun 2026 11:57 WIB
Penumpang Transjabodetabek, Heri Sumarsono, menanggapi soal rencana kenaikan tarif. (Taufiq S/detikcom)
Foto: Penumpang Transjabodetabek, Heri Sumarsono, menanggapi soal rencana kenaikan tarif. (Taufiq S/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menaikkan tarif angkutan Transjabodetabek. Warga menolak kenaikan tersebut, dan meminta ada sinergi Pemprov DKI dengan Pemprov Jawa Barat.

"Kalau bisa sih enggak naik ya. Soalnya transportasi paling murah," kata seorang pengguna Transjabodetabek asal Bogor, Anggi (33) di Terminal Blok M, Kamis (11/6/2026).

"Setuju sih ada kerja sama (Jakarta dan Jawa Barat), karena transportasi di sana (Bogor) masih agak susah," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penumpang Transjabodetabek, Heri Sumarsono, menanggapi soal rencana kenaikan tarif. (Taufiq S/detikcom)Foto: Penumpang Transjabodetabek, Anggi, menanggapi soal rencana kenaikan tarif. (Taufiq S/detikcom)

Anggi khawatir bila tarif Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan Bogor, Tangerang, hingga Bekasi akan memberatkan penumpang. Terlebih Anggi mengaku sering memakai Transjabodetabek untuk mendukung mobilitas sehari-hari.

"Yang dikhawatirkan ya jadi nambah uang transportasi saja sih," ucapnya.

Warga Jakarta lainnya, Heri Sumarsono, yang kerap mobilitas di Bogor berharap tarif tetap dipertahankan. Menurutnya kenaikan harga akan memberatkan masyarakat.

"Walaupun saya lansia, saya enggak setuju kalau tarif naik. Kasihan yang usianya di bawah 50 tahun karena mereka masih bayar biasa," ujar Heri.

Heri berpendapat fasilitas tarif Transjabodetabek sejatinya memang harus terjangkau bagi warga. Terlebih banyak yang bertumpu menggunakannya untuk pulang pergi bekerja.

Penumpang Transjabodetabek, Heri Sumarsono, menanggapi soal rencana kenaikan tarif. (Taufiq S/detikcom)Foto: Penumpang Transjabodetabek, Heri Sumarsono, menanggapi soal rencana kenaikan tarif. (Taufiq S/detikcom)

"Saya harap tetap flat, kasihan yang lain," katanya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan tarif layanan Transjabodetabek akan mengalami penyesuaian. Namun besaran tarif yang akan diberlakukan masih dalam tahap pembahasan dan akan segera diputuskan dalam waktu dekat.

"Yang pertama mengenai tarif, dalam waktu dekat seperti yang saya sampaikan ketika secara resmi mencanangkan Blok M ke Soekarno-Hatta. Dan waktu itu saya juga menyampaikan enggak mungkin Blok M-Soekarno-Hatta itu Rp 3.500 karena naik DAMRI, naik yang lain itu sudah rata-rata di atas Rp 100 ribu," kata Pramono di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026).

"Maka, dengan demikian, akan ada penyesuaian, angkanya akan segera diputuskan dalam waktu dekat ini," lanjutnya.

Pernyataan itu sekaligus menegaskan rencana penyesuaian tarif Transjabodetabek yang sebelumnya telah disampaikan Pemprov DKI. Meski demikian, Pramono belum bersedia mengungkap tarif baru yang akan ditetapkan.

Saat ditanya mengenai kabar tarif Transjabodetabek akan dimulai dari Rp 10 ribu, Pramono belum memberikan kepastian.

"Nanti saya putuskan," ujarnya singkat.

Pemprov DKI memang berencana menyesuaikan tarif layanan Transjabodetabek menyusul pengoperasian sejumlah rute baru yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga, termasuk rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta.

Pemprov menilai tarif Rp 3.500 yang saat ini berlaku tidak lagi relevan untuk sejumlah rute antarkota dengan jarak tempuh yang lebih panjang. Meski begitu, pemerintah memastikan penyesuaian tarif tetap mempertimbangkan keterjangkauan masyarakat sekaligus keberlanjutan layanan transportasi publik.

(tsy/azh)


Berita Terkait