Golkar-UMNO Jalin Kerjasama Tingkatkan Hubungan RI-Malaysia
Rabu, 14 Nov 2007 23:46 WIB
Jakarta -
Hubungan Indonesia dan Malaysia yang belakangan tidak harmonis mendapat perhatian serius Partai Golkar. Dengan menggandeng partai berkuasa di Malaysia, UMNO, Golkar ingin menjalin mitra demi memulihkan hubungan dua negara serumpun itu."Pada Mei-Juni mendatang, pemuda dan putri UMNO akan bertemu dengan AMPG, KPPG dan AMPI, bahkan mungkin kita perluas dengan mengundang KNPI dan ormas-ormas pemuda lainnya, supaya kita saling kenal. Ini menurut saya merupakan second track diplomacy. Jadi selain pemerintah dan parlemen, ada juga parpol," kata Ketua Departemen Hubungan Luar Negeri & Hankam DPP Golkar Yasril Ananta aharuddin.Hal itu disampaikan dia dalam jumpa pers di Jl Majapahit, Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2007).Menurut Yasril, kegiatan ini merupakan hasil kunjungannya pada 7-9 November lalu dalam rangka memenuhi undangan Sidang Umum UMNO 2007. Ketika itu Yasril memimpin delegasi Partai Golkar didampingi anggotanya Natsir dan Deli Putra Singgih Baramuli. Bahkan secara khusus, Presiden UMNO Datuk Sri Abdullah Badawi yang juga Perdana Menteri Malaysia menerima Golkar di Kuala Lumpur."Kita mungkin sudah terlalu lama tidak bertemu, sehingga terjadi miskomunikasi," ujarnya.Dalam pertemuan dengan Badawi, Yasril mengungkapkan isu-isu yang dibahasadalah masalah-masalah yang menjadi sumber ketegangan kedua negara. Seperti masalah TKI, perbatasan, illegal logging, sampai oknum polisi yang memeras, memukuli, dan memperkosa warga Indonesia."Persoalan akan ada selama-lamanya, itu pasti. Tapi jangan diarahkan untuk menjadi konflik. Kalau kedua negara terus konflik, pasti akan ada yang mengambil keuntungan," tuturnya.Yasril menjelaskan, langkah yang akan dilakukan Golkar dan UMNO untuk menormalisasi hubungan Indonesia - Malaysia adalah dengan cara membangun komunikasi kedua partai."Kita harus mulai berpikir introspeksi. Malaysia juga. Apa yang kita bicarakan itu harus diwujudkan di lapangan. Kita berikan otokritik kepada pemerintah untuk melakukan koreksi. Kita harus baik, tapi punya sikap," tandasnya.
(bal/nvt)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































