Disuruh Diam, Chavez Desak Raja Spanyol Minta Maaf
Rabu, 14 Nov 2007 15:42 WIB
Caracas - Ketegangan antara Venezuela dan Spanyol masih berlanjut. Presiden Venezuela Hugo Chavez mendesak Raja Spanyol minta maaf karena telah menyuruhnya diam saat pertemuan para pemimpin Amerika Latin.Chavez mengancam dunia investasi Spanyol akan merasakan akibatnya jika Raja Juan Carlos tidak minta maaf. Demikian seperti diberitakan harian The Star, Rabu (14/11/2007). "Raja telah kelepasan," kata Chavez. "Dia harus bilang: Saya, Raja, mengakui kalau saya kelewatan, saya berbuat salah," cetus pemimpin Venezuela itu.Beberapa hari lalu, Raja Juan Carlos menyuruh Chavez untuk diam saat pertemuan puncak para pemimpin Amerika Latin. Ketika itu Chavez menginterupsi pidato yang disampaikan Perdana Menteri Spanyol Jose Luis Rodriguez Zapatero. Ketegangan ini menjadi topik hangat media-media spanyol dan luar negeri.Spanyol merupakan investor utama di Venezuela dan negara Amerika Latin lainnya. Spanyol berupaya meredakan ketegangan tersebut melalui jalur diplomatik."Kami sepenuhnya yakin bahwa dengan tindakan yang tengah diambil oleh kedua pihak, mungkin saja dalam waktu yang relatif singkat, hubungan akan kembali normal," ujar Menteri Luar Negeri Spanyol Angel Moratinos.Dunia bisnis Spanyol telah berinvestasi sebesar US$ 2,4 miliar di Venezuela sejak Chavez berkuasa di negeri itu pada tahun 1999. Perusahaan raksasa telekomunikasi Spanyol, Telefonica, termasuk operator telepon selular terkemuka di negara itu.
(ita/nrl)











































