Cerita Napi Lapas Warungkiara Senang Bisa Bertani Sambil Jalani Hukuman

Cerita Napi Lapas Warungkiara Senang Bisa Bertani Sambil Jalani Hukuman

Taufiq Syarifudin - detikNews
Selasa, 09 Jun 2026 20:32 WIB
Napi Lapas Warungkiara Alan Abdullah
Foto: Napi Lapas Warungkiara Alan Abdullah (Taufiq/detik)
Jakarta -

Sejumlah narapidana atau napi di Lapas Warungkiara, Sukabumi, Jawa Barat diberdayakan mengurus perkebunan hingga ternak. Mereka mengaku senang karena merasa tak jenuh saat menjalani hukuman.

Misalnya Alan Abdullah, narapidana kasus pencurian itu diberi tugas untuk menjadi teknisi kelistrikan dan membantu mengurus kebun. Baginya, menjalani hukuman di Lapas Warungkiara sambil bekerja adalah momen berkesan.

"Ya, itu momen yang tidak bisa dilupakan. Itu sangat seru. Kita menjalani atau kita lagi menebus kesalahan yang sudah kita lakukan, tapi kita bisa mendapatkan kebebasan dan kebahagiaan juga, seperti itu. Ya belum tentu juga oleh napi-napi yang lain atau mungkin oleh lapas yang lain bisa seperti saya seperti ini," kata Alan saat ditemui di Lapas Warungkiara, Sukabumi, Selasa (9/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alan bercerita, pekerjaan yang didapatnya itu karena lulus penilaian berkelakuan baik selama di lapas. Dia juga sempat mengikuti bimbingan kerja agar memiliki keahlian.

"Yang kesatu, kita mungkin harus bisa mempunyai kelakuan yang baik. Tidak melakukan kesalahan sedikit pun waktu kita di dalamnya. Dan yang kedua, kita sudah harus bisa mengikuti program," jelasnya.

Alan mengatakan, dia juga mendapat upah dari pekerjaannya di lapas. Katanya, uang tersebut digunakan untuk beli makan dan dikirim ke istrinya.

"Untuk penghasilan atau yang dikasih-kasih oleh para petugas di sini, dan terutama dari Bapak Kalapas, itu uangnya bisa kita manfaatkan untuk beli rokok, beli makan yang enak, Pak. Dan untuk sisanya kita tabung biar kita bisa ngasih juga atau ke rumah gitu. Buat anak istri lah," katanya.

Alan mengatakan, seusai bebas dirinya ingin bekerja untuk Kalapas Warungkiara. Dia ingin ikut mengelola kebun di sana.

"Kalau mungkin setelah bebas, Pak, sedikit banyaknya di sini dikarenakan ada sedikit peluang juga, Pak ya, untuk bisa mengikuti Bapak Kalapas di sini untuk mengelola perkebunan-perkebunan di sini. Jadi mungkin daripada kita nanti di luar sulit untuk mencari pekerjaan dan terjerumus lagi ke jalan yang salah, lebih baik kita mengikuti Pak Kalapas di sini," ucapnya.

(tsy/dek)


Berita Terkait