Tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan asal Merauke, Yasinta Moiwend atau Mama Sinta, melaporkan Ketua LBH Merauke berinisial JTW dan penggarap film 'Pesta Babi', Dandhy Laksono, ke Polda Metro Jaya. Polisi menyebut penyelidikan masih berjalan.
"Terkait dengan adanya pelaporan yang disampaikan oleh Mama Sinta, kami sampai hari ini masih terus melakukan penyelidikan," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Iman mengatakan pihaknya akan melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait laporan ini. Namun dia belum menjelaskan siapa saja yang telah dipanggil untuk dimintai keterangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan melakukan konfirmasi terhadap pihak-pihak yang ada keterkaitan dengan apa yang disampaikan oleh Mama Sinta di dalam laporannya," jelasnya.
"Begitupun juga terhadap pihak-pihak yang terkait dalam pembuatan film di mana Mama Sinta terdapat di dalamnya. (Pemanggilan) sudah berjalan," tambahnya.
Mama Sinta sebelumnya membuat laporan polisi ke Polda Metro Jaya terkait film 'Pesta Babi'. Mama Sinta melaporkan Ketua LBH Papua Merauke berinisial JTW dan Dandhy.
Mama Sinta mengaku sakit hati dengan pemutaran film tersebut yang menampilkan dirinya. Dia mengatakan tak ada izin yang diminta kepadanya dari pihak film tersebut.
"Mereka putar film 'Pesta Babi' itu di mana-mana, saya sakit hati, saya kecewa sekali. Tanpa izin dari saya, tanpa pembicaraan. Itu penjahat itu mereka," terang Mama Sinta.
"Saya punya wajah ini di mana-mana mereka putar film itu, saya sakit hati. Tanpa izin dari saya. Maka itu saya datang ke Jakarta. Jadi, itu saja yang saya sampaikan," lanjutnya.
Tanggapan Dandhy Laksono
Penggarap film 'Pesta Babi', Dandhy Laksono, merespons pelaporan dirinya oleh Mama Sinta ke Polda Metro Jaya. Dandhy menyoroti perbedaan kemunculan Mama Sinta di publik ketika film 'Pesta Babi' digarap dengan setelah film tersebut tayang.
"Saat Mama Yasinta muncul ke publik membela tanah ulayatnya, kami yang ikut mendukungnya, menampakkan identitas jelas. Punya nama, punya wajah, punya lembaga," tulis Dandhy dalam postingan Instagramnya seperti dilihat detikcom, Selasa (2/6).
"Kini Mama Yasinta dimunculkan ke publik oleh mereka yang malu-malu menunjukkan identitasnya. Tanpa nama, tanpa wajah," lanjutnya dalam postingan tersebut.
Postingan tersebut dikirim Dandhy saat detikcom meminta tanggapan terkait pelaporan oleh Mama Sinta. Dalam postingan itu, Dandhy juga menilai kemunculan Mama Sinta saat ini sebagai menghilangkan fokus publik terhadap fenomena yang terjadi di Papua.
"Satu-satunya yang tampak jelas adalah siasat agar kita pelan-pelan kehilangan fokus pada persoalan kolonialisme di Papua," ujar Dandhy.
Simak juga Video 'Dandhy Laksono Buka Suara Usai Dipolisikan Mama Sinta soal 'Pesta Babi'':











































