Politisi Senayan Minta Latihan Tempur TNI AU Distop Sementara

Politisi Senayan Minta Latihan Tempur TNI AU Distop Sementara

- detikNews
Rabu, 14 Nov 2007 12:43 WIB
Jakarta - Peluru nyasar Paskhas TNI AU Lanud Sulaeman, Margahayu, Bandung, Jawa Barat, saat latihan tempur yang masuk ke pemukiman warga menyita perhatian politisi Senayan. TNI AU diminta menghentikan sementara latihan tempur di area tersebut."TNI Harus bertanggung jawab kalau betul ada peluru nyasar dan ditemukan banyak selongsong peluru di rumah warga. Sebaiknya latihan itu dihentikan sementara sampai ada evaluasi betul di TNI AU," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR Yusron Ihza Mahendra.Hal itu disampaikan dia kepada detikcom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/11/2007).Ketua DPP PBB ini mengatakan, berita peluru nyasar dalam latihan tempur TNI AU menjadi informasi baru bagi Komisi I.Komisi I, imbuh Yusron, akan membawa persoalan tersebut dalam raker dengan TNI."Ini menjadi bahan Komisi I. Kami akan menanyakan kepada KSAU karena ini tidak bisa dibiarkan," terang adik mantan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra ini.Yusron meminta agar sistem dan area latihan tempur Paskhas dievaluasi kembali. Apakah saat ini sudah betul-betul aman atau belum."Seharusnya kalau perencanaan sudah matang sejak awal agar latihan tempur di sana aman. Kalau dibilang ini aman, kok nyatanya ada peluru nyasar," cetus Yusron.Meski demikian Yusron tidak ingin menyalahkan pihak TNI secara penuh. Sebab dirinya belum melihat langsung kondisi area latihan tempur dan pemukiman warga di sana."Saya tidak ingin menyalahkan 100 persen TNI. Kita akan menanyakan lebih dulu TNI nanti dalam rapat kerja, tapi saya harap TNI jangan sampai ditegur dulu oleh Komisi I baru bertindak," tandas Yusron.Insiden latihan menembak anggota Paskhas TNI AU itu terjadi Selasa 13 November 2007 pada pukul 09.00 WIB. Insiden tersebut menyebabkan seorang warga bernama Imas Kurniati (41) nyaris tewas karena kepalanya terserempet peluru. (nik/sss)


Berita Terkait