Diabetes Bukan Akhir Segalanya
Rabu, 14 Nov 2007 11:45 WIB
Jakarta - Diabetes memang bukanlah akhir dari segalanya. Penderita masih bisa merasakan makanan yang melezatkan. Bedanya, penderita harus lebih mengontrol diri dalam memilih makanan. Terutama yang mengandung kadar gula tinggi."Misalnya di resepsi, makannya tetap boleh, tapi jangan berlebihan. Kalau sudah gitu, jangan pakai nasi," kata Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) unit RSCM Reno Gustaviani kepada detikcom.Hal itu disampaikan Reno usai acara gerak jalan santai memperingatai Hari Diabetes Sedunia, di RSCM, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2007).Bagi seseorang yang menderita penyakit diabetes, pasti sangatlah menyiksa. Bagaimana tidak, segala asupan makanan dan minuman yang mengandung gula harus dibatasi.Namun, janganlah pembatasan itu dijadikan beban. Karena penderita diabetes yang tidak membatasi konsumsinya pada makanan ataupun minuman justru dapat menimbulkan komplikasi maut yang siap menanti.Penderita harus melakukan kontrol diri terhadap asupan yang masuk ke dalam tubuh sejak mengetahui dirinya memiliki bakat atau bahkan telah menderita diabetes. Rajin mengontrol gula darahnya dan memeriksakan diri ke dokter juga sangat dianjurkan bagi penderita."Bisa menyebabkan komplikasi jangka panjang yang ditakutkan menyerang pembuluh darah," ujar Reno.Pembuluh darah terletak di seluruh tubuh dari ujung kepala sampai ujung kaki. Oleh karena itu komplikasi karena gula dapat menyebabkan timbulnya penyakit lain seperti stroke, jantung koroner, amputasi kaki, bahkan kebutaan.Meskipun banyak penderita diabetes merasa jenuh dan bosan dengan penyakitnya, Reno memakluminya, karena diabetes adalah penyakit seumur hidup.Namun kejenuhan itu bukanlah alasan bagi penderita untuk menyerah mengatasi penyakitnya. Jika penderita lalai sedikit saja, efeknya akan terasa dalam waktu dekat."Tidak menunggu 1 atau 2 tahun, tapi justu muncul dalam beberapa hari," ujar dia mewanti-wanti.
(ptr/sss)











































