Kasihan Banget Penumpang TransJ

Busway Disesaki Kendaraan

Kasihan Banget Penumpang TransJ

- detikNews
Rabu, 14 Nov 2007 08:09 WIB
Kasihan Banget Penumpang TransJ
Jakarta - Tak ada satu pun angkutan umum di Jakarta yang nyaman dan cepat. Termasuk TransJakarta. Penumpang bus ini menjadi korban kampanye "TransJ, angkutan umum bebas macet" yang gagal."Kasihan banget penumpang busway. Mereka berhimpitan dan busnya tidak gerak," ujar Rina, warga Kampung Rambutan yang mengantor di Kuningan, Jakarta Selatan, pada detikcom, Rabu (14/11/2007).Rina layak kasihan karena melihat TransJ tidak bisa beringsut di jalurnya sendiri karena dipenuhi kendaraan non-TransJ. Pemandangan ini terlihat mencolok di busway koridor VI Ragunan-Buncit-Mampang-Kuningan-Halimun-Dukuh Atas. Jarak dekat yang biasanya makan waktu 5 menit harus dilalui dalam waktu 1 jam!Rina sendiri bukan penumpang TransJ. Dia hanya suka mengamati saja. Dia lebih memilih naik ojek. "Kalau tidak naik ojek, nggak bisa sampai kantor pagi-pagi," ujarnya.Di sepanjang Buncit hingga Mampang, TransJ penuh sesak penumpang tampak berjajar di antara ribuan kendaraan roda empat maupun roda dua. Polisi dan petugas Dishub mengizinkan kendaraan lain memasuki busway untuk mengurai kemacetan. Titah itu sesuai keputusan Gubernur Fauzi Bowo yang mengadakan rapat tentang macet pada Jumat malam lalu. Keputusan itu muncul setelah Fauzi diperintahkan oleh Presiden SBY agar mencari cara agar macet tidak terus menggila.Dishub akhirnya membuka busway koridor I - VII untuk dilewati kendaraan umum pada titik-titik tertentu mulai Senin lalu. Sedangkan busway yang sedang dibangun yaitu koridor IX-XI telah lama digunakan untuk kendaraan biasa.Dan karena antrean TransJ di Buncit dan Mampang mengarah ke Kuningan, bus yang melaju ke arah sebaliknya menjadi barang langka."Saya 30 menit perjalanan dari Menteng hingga Buncit naik Kopaja dan saya hanya bertemu dengan 1 bus TransJ menuju ke Ragunan," ujar Ratna, warga Senen yang hendak ke Pejaten. Bus yang ada pun dijubeli penumpang.Di mana-mana, busway telah dimasuki oleh kendaraan biasa. Tapi apa lacur, macet tetap saja tak terurai. Bahkan tambah macet! (nrl/nrl)



Berita Terkait