Diplomat Maroko Merinding Tonton Sintren Cirebon

Diplomat Maroko Merinding Tonton Sintren Cirebon

- detikNews
Rabu, 14 Nov 2007 08:06 WIB
Cirebon - Bagi anda yang pernah tinggal di Cirebon atau setidaknya pernah singgah di kota udang ini, tentu tidak asing dengan Sintren. Warisan leluhur yang merupakan gabungan antara lagu, tari dan mistis ini bisa membuat kita terhibur, namun juga membuat bulu kuduk berdiri.Diawali dengan nyanyian rancak khas Cirebon oleh puluhan muda-mudi disertai dengan tari-tari dengan gerakan yang minimalis, Sintren mulai dipentaskan. Jangan lupa siapkan sawer agar pertunjukan ini bisa berlangsung.Di tengah iringan lagu dan tari, muncul sosok gadis cantik berusia belasan tahun yang berdiri diam di tengah puluhan rekan-rekannya yang lain. Tak lama kemudian, muncul sang pawang yang langsung mengusap-usap dahi sang gadis. Tiba-tiba, sang gadis tersungkur dan tak sadarkan diri.Di tengah ketidaksadaran, sang gadis oleh empat pria diikat tubuhnya dari leher sampai kaki dengan tali. Kemudian, sang gadis dibungkus dengan tikar yang terbuat dari daun lontar. Setelah dibungkus tikar, keempat pria beserta sang pawang menggoyang-goyang tubuh sang gadis hingga akhirnya tubuh sang gadis hilang.Aneh bin ajaib, ternyata tubuh sang gadis masuk ke dalam kurungan ayam raksasa yang terletak di sebelah sang gadis. Kurungan tersebut tertutup oleh kain hitam dengan hiasan bunga melati beserta kemenyan di atasnya yang terus mengeluarkan asap.Kurungan ayam pun bergoyang-goyang selama 5 menit. Tiba-tiba, saat sang pawang membuka kurungan tersebut, sang gadis muncul dengan dandanan putri cantik lengkap dengan mahkota. Yang lucu, sang putri memakai kacamata hitam. Tepuk tangan penonton pun membahana."Wah tadi kan diikat kencang gitu. Kok sekarang tiba-tiba muncul menjadi puteri ya?," cetus salah seorang pengunjung yang menyaksikan pementasan Sintren tersebut di balroom Hotel Prima, Jl Siliwangi, Cirebon, Selasa (13/11/2007).Pementasan ini dalam rangka menyambut kedatangan tim bersepeda dari Jakarta ke Bali untuk menyambut konferensi tentang perubahan iklim yang berlangsung Desember mendatang di Bali. Pementasan ini juga untuk menyambut rombongan Departemen Luar Negeri yang sedang menyelenggarakan sosialisasi The New Asia-Africa Strategic Partnership (NAASP) dan Museum Konferensi Asia-Afrika.Dengan dandanan bag seorang puteri, sang gadis pun menari lemah gemulai, namun dalam kondisi mata terpejam. Konon, sang gadis sebenarnya sedang tidak sadarkan diri dan semua gerakan yang dia pentaskan dibantu oleh mahluk halus.Uniknya, saat pengunjung melempar sawer ke tubuhnya, sang gadis tiba-tiba langsung berhenti menari. Tak lama kemudian tubuhnya bergerak-gerak mengikuti alunan gamelan serta lagu-lagu mistik yang dinyanyikan puluhan muda-mudi. Saat dilempar sawer lagi, sang gadis berhenti menari, demikian seterusnya hingga uang saweran pun menggunung.Agar bisa mengenai tubuh sang gadis saat dilempar, uang kertas harus dilipat-lipat terlebih dahulu hingga membentuk segi empat kecil. Ada juga penonton yang nakal. Meski hanya menyawer dengan uang receh, dia berkali-kali menyawer dengan uang yang sama. Setelah uang receh jatuh ke tanah setelah mengenai tubuh sang gadis, uang tersebut diambilnya lagi, kemudian disawerkan lagi, demikian seterusnya. Sang gadis yang digerakkan oleh mahluk halus tersebut juga tak terpedaya oleh aksi nakal penonton ini.Tontonan yang menghibur namun lumayan menakutkan ini membuat Deputi Head of Mission, Kedubes Maroko di Jakarta, Driss El Mhouar merinding. Namun akhirnya lama-lama terhibur juga hingga akhirnya dia melemparkan saweran juga.Tontonan ini ditutup dengan nyanyin lagu khas Cirebon yang juga sempat hits di tanah air, yakni Kucing Garong oleh biduanita yang seksi. Sang diplomat Maroko hanya manggut-manggut melihat suguhan itu. (anw/aba)


Berita Terkait