Tanki SPBU Meledak di Metro
Rabu, 14 Nov 2007 04:39 WIB
Metro - Sebuah Tanki premium SPBU 2434183 Kauman, Metro Pusat, Kota Metro, Lampung, Selasa (13/11/2007) malam, sekitar pukul 21.00 meledak. Selain menghancurkan trotoar dalam radius sekitar 250 meter, sepanjang 10 meter. musibah itu juga membuat dua orang luka ringan dan beberapa mobil dan sepeda motor rusak karena saling bertabrakan.Feri (20) warga Iringmulyo, Metro Timur, dan Abdul Basir (21), warga Metro Pusat, yang mengalami luka ringan segera dilarikan ke RSU Aahmad Yani Metro. Kedua korban baru saja mengisi bahan bakar sepeda motornya, terkena percikan bebatuan dari sumber ledakan.Mobil tangki BE-4943-BC, yang saat kejadian sedang mencurah premium ke tangki bawah tanah yang meledak, segera dievakuasi sekitar 500 meter dari tempat kejadian, sementara sebuah sedan BE-911 yang kaca depannya pecah, bodinya penyok dan bertabur debu, masih teronggok di depan SPBU.Sejumlah motor juga rusak, di antaranya Yamaha Scorpio B-6534-PBY, Yamaha Mio BE-7423-FI, dan Yamaha Fega BE-8459-FF. Ketiganya diamankan pemiliknya di rumah warga sekitar tempat kejadian.Musibah itu diduga akibat kebocoran pada tangki premium yang terbakar. Sejumlah saksi mata mengaku sering melihat uap premium di atas tangki, terutama saat turun hujan. Briptu Aris, anggota Brimob Lamtim yang bertugas di lokasi, menduga asap itu tersambar api. Namun, dia tidak tahu sumber api tersebut."Saat ledakan, saya berada di dalam kantor jaga. Ketika saya medengar ledakan, saya langsung berlari melihat sumber ledakan dan menyalamatkan sepeda motor saya yang sebagian terbakar," katanya.Beruntung, api hanya berkobar saat meledak dan tidak membakar fasilitas SPBU. Lagi pula, satu unit mobil pemadam kebakaran sudah ada di dekat lokasi.Rina, karyawan SPBU, mengatakan sebelum kejadian truk tangki tersebut sedang mencurahkan premium ke tangki bawah tanah. Tiba-tiba saja, dia mendengar bunyi ledakan sangat kuat.Saat meledak, seluruh karyawan SPBU panik dan berlarian keluar. Sebaliknya sejumlah warga sekitar justru pada berusaha mendekat lokasi karena ingin mengetahui sumber ledakan. Briptu Aris melarang mereka mendekat, antara lain karena uang hasil penjualan belum diselematkan.Saleh, warga sekitar kejadian yang malam itu berada di depan studio Radio Metropolis, mengaku sempat melihat ketika gulungan api menjalar dan menghancurkan trotor di depan radio milik Pemkot Metro itu. Wiwik, warga setempat mengaku sangat ketakutan atas kejadian itu.Sekitar 10 menit setelah kejadian, ratusan orang mengerumuni SPBU. Di antara mereka, tampak Kapolres Metro AKBP Amos Wau beserta sejumlah anggotanya, Ketua DPRD Amir Hamzah, dan Ketua Komisi A Herman Sismono.Mereka mengharapkan berbagai kerusakan akibat musibah itu segera diperbaiki sehingga aktivitas SPBU dan warga bisa kembali normal.
(tw/aba)











































