Hari Laut Sedunia 2026: Latar Belakang hingga Tema Tahun Ini

Hari Laut Sedunia 2026: Latar Belakang hingga Tema Tahun Ini

Kanya Anindita Mutiarasari - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2026 16:32 WIB
Ilustrasi bawah laut
Ilustrasi bawah laut (Foto: Getty Images/Placebo365)
Jakarta -

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar peringatan Hari Laut Sedunia atau World Oceans Day pada tanggal 8 Juni. Peringatan ini juga dikenal dengan Hari Samudra Dunia.

Mengutip dari situs resmi PBB, tujuan Hari Laut Sedunia untuk menginformasikan kepada publik tentang dampak tindakan manusia terhadap lautan, mengembangkan gerakan warga dunia untuk lautan, serta memobilisasi dan menyatukan penduduk dunia dalam sebuah proyek untuk pengelolaan lautan dunia yang berkelanjutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Latar Belakang Hari Laut Sedunia

Samudra di dunia - suhu, komposisi kimia, arus, dan kehidupan di dalamnya - mendorong sistem global yang menjadikan Bumi layak huni bagi umat manusia. Air hujan, air minum, cuaca, iklim, garis pantai, sebagian besar makanan kita, dan bahkan oksigen di udara yang kita hirup, semuanya pada akhirnya disediakan dan diatur oleh laut. Sepanjang sejarah, samudra dan laut telah menjadi jalur vital untuk perdagangan dan transportasi.

Pengelolaan yang baik terhadap sumber daya global yang penting ini merupakan ciri utama masa depan yang berkelanjutan. Namun, saat ini, terjadi penurunan kualitas perairan pesisir secara terus-menerus akibat polusi dan pengasaman laut, yang berdampak buruk pada fungsi ekosistem dan keanekaragaman hayati. Hal ini juga berdampak negatif pada perikanan skala kecil.

Kawasan lindung laut perlu dikelola secara efektif dan didukung dengan sumber daya yang memadai, serta perlu diberlakukan peraturan untuk mengurangi penangkapan ikan berlebihan, polusi laut, dan pengasaman laut.

Dengan semua alasan tersebut, perlu untuk menciptakan kesadaran melalui sebuah peringatan. Itulah sebabnya, melalui Resolusi 63/111tanggal 5 Desember 2008, Majelis Umum PBB menetapkan tanggal 8 Juni sebagai Hari Samudra Dunia atau Hari Laut Sedunia (World Oceans Day).

Konsep 'Hari Samudra Dunia' atau 'Hari Laut Sedunia' pertama kali diusulkan pada tahun 1992 di KTT Bumi di Rio de Janeiro sebagai cara untuk merayakan samudra dunia yang kita miliki bersama dan hubungan pribadi kita dengan laut, serta untuk meningkatkan kesadaran tentang peran penting samudra dalam kehidupan kita dan cara-cara penting yang dapat dilakukan orang untuk membantu melindunginya.

Untuk meningkatkan kesadaran tentang peran yang dapat dimainkan oleh PBB dan hukum internasional dalam pembangunan berkelanjutan dan pemanfaatan lautan serta sumber daya hayati dan non-hayatinya,Divisi Urusan Kelautan dan Hukum Laut PBB secara aktif mengoordinasikan berbagai kegiatan untuk Hari Laut Sedunia.

Tema Hari Laut Sedunia 2026

Diselenggarakan oleh Divisi Urusan Kelautan dan Hukum Laut dari Kantor Urusan Hukum PBB, bekerja sama dengan organisasi nirlaba Oceanic Global, program tahun ini akan merayakan keajaiban laut sebagai sumber kehidupan yang menopang umat manusia dan semua organisme lain di Bumi.

Lautan menutupi lebih dari 70% permukaan planet ini. Lautan adalah sumber kehidupan kita, menopang keberlangsungan hidup umat manusia dan setiap organisme lain di bumi.

Lautan menghasilkan setidaknya 50% oksigen planet ini, merupakan rumah bagi sebagian besar keanekaragaman hayati bumi, dan merupakan sumber protein utama bagi lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia. Belum lagi, lautan sangat penting bagi perekonomian kita dengan perkiraan 40 juta orang akan bekerja di industri berbasis kelautan pada tahun 2030.

Terlepas dari semua manfaatnya, lautan kini membutuhkan dukungan. Dengan 90% populasi ikan besar yang telah berkurang dan 50% terumbu karang yang hancur, kita mengambil lebih banyak dari laut daripada yang dapat dipulihkan.

Kita perlu bekerja sama untuk menciptakan keseimbangan baru dengan laut yang tidak lagi mengurangi kekayaannya, tetapi malah memulihkan vitalitasnya dan memberinya kehidupan baru.

"Reimagine" sebagai tema Hari Laut Sedunia 2026, mengajak kita untuk mengubah cara kita memandang dan merawat lautan. Terlalu lama kita memandangnya sebagai sesuatu yang jauh, padahal sebenarnya samudra adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari: udara yang kita hirup, makanan yang kita makan, dan keseimbangan iklim yang memungkinkan keberadaan kita.

Mari kita berhenti menjadi sekadar penerima manfaat dari sumber dayanya dan mari kita menjadi penjaga sejati masa depannya.

(kny/jbr)


Berita Terkait