Anti 'Geng' Pilih 'Angkatan' Bagi SMA 70
Selasa, 13 Nov 2007 15:21 WIB
Jakarta - 'Geng' berkonotasi negatif. Kesannya pun seram. SMA 70, Bulungan, Jakarta Selatan lebih memilih 'angkatan'. Setiap tahun, mereka selalu memberi nama berbeda bagi setiap angkatannya.Siswa SMA unggulan Jakarta ini mengklaim tidak pernah membentuk geng. Namun mereka mencirikan diri dengan menamakan angkatan saat mereka lulus."Banyak hal positif dan negatif yang ditimbulkan dari penamaan dan solidaritas angkatan itu," kata Jacky Arjono, alumni SMA 70 angkatan 1994 dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Selasa (13/11/2007).Menurut pria yang masuk dalam angkatan Rezim ini, penamaan ini untuk menjalin solidaritas antarangkatan. Misalnya memperkuat jaringan di dunia industri dan kerja.Jacky menjelaskan, tiap tahun SMA 70 bahkan menggelar Festival Bulungan yang merupakan acara lintas angkatan. Acara ini dikordinir alumni tiap angkatan."Jadi, nama angkatan di SMA 70 sampai saat ini bukan merupakan geng yang kerap menimbulkan bullying dari alumni maupun kakak kelas atau senior terhadap adik kelas atau yunior," kata Jacky.Pada era 1980-an, SMA 70 tercatat memiliki nama seperti Pastel, Militery, GAB, Abor, dan Basis. Era 1990-an ada Laskar, Separatis, Sandinista, Legiun, Rezim, Ekstrimis, Agresor, Platoon, Garnizoon, dan Zapatista.Pada sekitar 1994, kaum hawa SMA 70 ini juga tidak mau kalah dengan kaum adamnya. Kaum hawa mulai membentuk nama angkatan seperti Mawar, Barbie, Hawa, Cemplon (cewek manis platoon), Sugar (susunya garnizoon), dan Chezta (ceweknya zapatista).Pada era 2000-an, dikenal juga Somoza, Trabalista, Batalyon, Salvozesta, Resimen, Vandalist, Zendavest, dan Ravazes. Mereka didampingi geng kaum hawa seperti Triza, Glitter, Crayon, Hazel, Etniq, Vanilla, Prinzest, dan Raisin.Hingga 2007 ini, SMA gabungan SMA 9 dan SMA 11 sudah memiliki sekitar 24 nama angkatan. Ingin bernostalgia tentang geng sekolah? Atau sekadar diskusi? Silakan di detikForum.
(ary/sss)











































