Laporan dari Brussel
Mereka Tahu Ini Kebudayaan Indonesia
Selasa, 13 Nov 2007 15:08 WIB
Brussel - Selama 10 hari, karya kebudayaan adiluhung Indonesia menjadi pusat perhatian di ibukota Uni Eropa. Selain promo wisata, upaya ini juga untuk menepis klaim sepihak bangsa lain. Ini kebudayaan Indonesia!Dikemas dengan label Ten Days Indonesia bazar kebudayaan hasil kerjasama KBRI Brussel dengan Museum Instrumen Musik (MIM) Brussel sebagai sponsor penyelenggara ini menyajikan kebudayaan Indonesia secara beragam.Mulai dari pentas wayang kulit oleh dalang Maharsi, Festival Gamelan Bali, pameran lukisan Indonesia, dan panggung dongeng anak Indonesia. Selain itu juga digelar workshop gamelan, wayang, angklung dan tari-tarian Indonesia. "Melalui medium kebudayaan kita mengajak publik di sini tidak hanya terus menggagumi, tapi juga mendorong mereka untuk mengunjungi tanah air kita, serta melakukan berbagai aktivitas ekonomi lainnya secara lebih luas," demikian Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa, Nadjib Riphat Kesoema dalam sambutan penutupan, yang dihadiri para dubes negara sahabat, kalangan diplomatik dan media.Ditekankan, bahwa Ten Days Indonesia juga membawa misi untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia dan memantapkan kepemilikannya dari klaim sepihak negara lain, yang merasa memiliki kebudayaan karena rumpun yang sama.Seluruh acara digelar di MIM Brussel dari 30/10 s/d 8/11/2007 dan mendapat perhatian besar dari radio dan tv setempat. DongengAntusiasme publik Belgia terlihat cukup menggembirakan dengan berbondong-bondong menyaksikan pagelaran dan mengikuti sesi workshop kebudayaan yang disediakan. Meskipun mereka harus membayar tiket seharga 9 Euro, yang dijual pihak museum, namun tiket hampir selalu habis terjual (sold out).Pada panggung dongeng anak Indonesia ada sesuatu yang membuat merinding, haru dan prihatin. Dituturkan dalam bahasa Belanda dan Prancis, sang penutur Belgia hari itu mengangkat dongeng Timun Emas, Bawang Putuh-Bawang Merah dan lagu Kebunku. Di Indonesia sendiri dongeng dan lagu-lagu yang mendidik sudah kurang mendapat perhatian, digilas tren zaman yang didominasi kekerasan dan kedangkalan pesan moral.Sesi diskusi kebudayaan Indonesia dipandu oleh Presiden Etnomusikolog Museum Belgia Anne Cufriez dan didampingi Counsellor Pensosbud/Diplik KBRI Brussel PLE Priatna. "Dari jalannya diskusi, saya dapat menyimpulkan bahwa audiens menunjukkan minat tinggi terhadap kebudayaan Indonesia. Mereka menunjukkan ingin memahami Indonesia secara lebih dalam," ujar Priatna pada sesi yang didukung presentasi video pada layar lebar itu.Ditambahkan, Ten Days Indonesia ini juga untuk menyongsong tahun kunjungan wisata Indonesia 2008 (Visit Indonesia Year 2008). Poster-poster yang menghiasi tepian jalan-jalan protokol menuju lokasi sengaja didominasi motif batik."Itu pilihan sengaja. Sekaligus untuk menegaskan dan memperkuat imej batik itu identik dengan kita," demikian Priatna.
(es/es)











































