Surat BIN untuk Polly Ditembuskan ke Menneg BUMN

Surat BIN untuk Polly Ditembuskan ke Menneg BUMN

- detikNews
Selasa, 13 Nov 2007 13:30 WIB
Jakarta - BIN menganggap Garuda perusahaan vital dan strategis. Surat penunjukan Polly sebagai 'agen' BIN pun dilayangkan ke dirut Garuda. Tak hanya Garuda, surat tembusannya juga sampai ke tangan Menneg BUMN.Namun dirut Garuda Indonesia saat itu, Indra Setiawan, tidak pernah menanyakan keberadaan surat tersebut ke Menneg BUMN.Indra juga tidak pernah membawa surat itu dan membahasnya dalam rapat direksi. Surat itu disimpan rapat-rapat oleh Indra, sampai akhirnya hilang."Surat BIN ada tembusan ke Menteri BUMN," ungkap Indra dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gadjah Mada, Jakarta, Selasa (13/11/2007). Indra ditetapkan sebagai terdakwa kasus pembunuhan Munir.Indra mengaku mengenal Polly sejak 2003 lalu. Polly sepanjang pengetahuannya sudah bekerja cukup lama di Garuda."Lalu saya mendapat surat dari BIN yang singkatnya berisi Garuda Indonesia sebagai perusahaan vital dan strategis perlu ditingkatkan fungsi keamanannya, dan agar saudara Pollycarpus dapat diikutkan sebagai petugas aviation security," kata Indra.Indra mengaku pertimbangannya menempatkan Polly sebagai staf perbantuan di corporate security karena dia mengenal Polly dan ada surat dari BIN."Apakah Polly sudah memenuhi syarat?" tanya ketua majelis hakim Makassau.Menjawab itu, Indra mengatakan, pada setiap penerbangan punya basic, dan Polly sebagai staf perbantuan hanya melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan basic-nya.Dalam hal ini Polly tidak dilepaskan ke unit kerja operasi. Dia tetap sebagai penerbang. Surat BIN, imbuh Indra, dibawa Polly dan disampaikan kepadanya.Sayang Indra tidak bisa menunjukkan surat itu, sebab surat itu hilang saat dia Jumatan di Hotel Sahid, beberapa waktu silam. Namun kehilangan itu sudah dilaporkannya kepada polisi.Surat itu, kata Indra disimpannya di dalam tas yang selalu dibawanya, tidak di kantor.Penjelasan Indra memicu keingintahuan hakim, sehingga hakim menanyakan alasan surat itu disimpan di dalam tas. Indra beralasan karena surat itu bersifat rahasia."Karena surat dinas itu rahasia, makanya disimpan di tas. Kalau saya taruh di file begitu saja takut kelihatan. Tapi kalau di kantor kadang saya taruh di tumpukan file," ungkap Indra.Soal simpan menyimpan surat BIN itu sempat menjadi perdebatan dalam sidang. Hakim terus mencecar Indra yang tidak menyimpannya di kantor.Sidang kasus pembunuhan Munir ini rencananya akan dilanjutkan lagi pada Rabu. (umi/nrl)


Berita Terkait